Dongkrak Ekonomi Petani, Kampar Genjot Pengembangan Hortikultura

Rabu, 16 September 2026 | 16:32:03 WIB

KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong pengembangan sektor hortikultura sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Potensi lahan dan komoditas hortikultura dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru apabila dikembangkan secara serius, terarah, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. saat menghadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura di Kabupaten Kampar yang digelar di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri pengembang ekonomi kerakyatan Jefry Noer, S.H yang juga Bupati Kampar pada masanya., Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., Bung Ardo serta jajaran perangkat daerah terkait, perusahaan, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Kampar.

Bupati Ahmad Yuzar mengatakan, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan dukungan dana dari pemerintah pusat. Perlu kontribusi dari berbagai elemen dan  seluruh komponen masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah harus terus melahirkan inovasi dan membuka berbagai peluang ekonomi yang bermuara pada penguatan ekonomi masyarakat.

“Untuk membangun daerah, kita tidak hanya bisa mengandalkan dana dari pusat. Kita harus memiliki inovasi dan melakukan berbagai upaya yang bermuara pada penguatan ekonomi kerakyatan,” ujar Ahmad Yuzar.

Menurutnya, Kabupaten Kampar memiliki potensi dan sumber daya manusia yang dapat menjadi contoh dalam pengembangan usaha pertanian modern. Salah satunya Jefry Noer yang telah mengembangkan tanaman pisang Cavendish, bahkan produksinya telah menembus pasar ekspor dan turut memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Kita ingin pola pengembangan yang sudah berhasil dapat ditularkan ke seluruh wilayah Kabupaten Kampar sesuai dengan potensi masing-masing daerah,” katanya.

Ahmad Yuzar menambahkan, pengembangan hortikultura tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan budidaya, tetapi juga mencakup pendampingan petani, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga akses pemasaran. Ia menyebut, pengembangan tanaman hortikultura dengan tata kelola yang baik memiliki potensi memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

“Kita yakin, kalau dipelihara sesuai SOP, hasilnya tidak akan mengecewakan. Kita juga sudah melihat langsung lokasi pengembangannya beberapa waktu lalu. Ini merupakan contoh baik yang bisa kita kembangkan di Kampar,” ungkapnya.

“Lebih dari itu, kita ingin menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Kampar. Karena itu, kita mengajak seluruh pihak, termasuk perusahaan, untuk bersinergi dalam mengembangkan sumber-sumber ekonomi masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lingkungan perusahaan,” tegasnya.

Bupati berharap pengembangan hortikultura dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai kecamatan dan desa sesuai karakteristik serta potensi wilayah masing-masing. Dengan kolaborasi pemerintah, petani, dunia usaha, dan masyarakat, sektor pertanian diharapkan semakin produktif sekaligus mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita bisa mengembangkan potensi yang ada secara bersama-sama, kita yakin akan lahir pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini bagian dari upaya kita mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kampar,” pungkasnya.

Pada kesempatan Tersebut  pelaku ekonomi kerakyatan Jefry Noer SH yang juga Bupati Kampar pada masanya menyampaikan ekspose tentang Pospektf Pisang Cavendish, tata kelola maupun strategi pemasaran hingga mencapai mancanegara. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab terhadap peluang dan potensi dalam pengembangan tanaman Holtikuktura khususnya Pisang Cavendish.

Terkini