Museum BI Bertransformasi, Dari Ruang Sejarah Menjadi Pusat Gagasan Ekonomi

Jumat, 25 September 2026 | 07:20:00 WIB
Warga negara asing terlihat membeli tiket masuk Museum Bank Indonesia/Foto: Mukhtar (riausky.com)

JAKARTA (RIAUSKY.COM) – Museum Bank Indonesia (MuBI) kini tidak lagi sekadar menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah perbankan dan perjalanan rupiah. Bank Indonesia terus mendorong museum tersebut menjadi ruang edukasi ekonomi sekaligus tempat bertemunya berbagai gagasan dan pemikiran masyarakat.

Kepala Museum Bank Indonesia, Rio Wardhanu, mengatakan keberadaan MuBI sejak dibuka untuk umum pada 2006 memiliki peran penting dalam memperkenalkan Bank Indonesia kepada masyarakat secara lebih luas.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan media gathering bersama jurnalis Riau di Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Menurut Rio, museum menjadi salah satu pilar inklusif Bank Indonesia untuk memperkenalkan sejarah kebanksentralan, tugas dan pelayanan bank sentral, hingga perjalanan rupiah kepada masyarakat.

"Fungsi Museum BI tidak hanya sekadar museum yang selama ini menjadi sarana untuk memperkenalkan Bank Indonesia ke masyarakat. Tetapi juga diperluas untuk menjadi tempat menemukan gagasan dan ide," ujar Rio.

Ia menjelaskan, museum memiliki posisi strategis sebagai ruang publik yang dapat mempertemukan masyarakat dengan berbagai informasi mengenai ekonomi dan kebanksentralan. Karena itu, aktivitas di museum tidak hanya berorientasi pada koleksi sejarah, tetapi juga terus diisi dengan berbagai kegiatan.

"Selain itu museum juga sebagai salah satu tempat untuk menyatukan gagasan, membicarakan ide dan pemikiran," katanya.

Untuk memperkuat fungsi tersebut, Museum BI secara rutin menggelar pameran dan berbagai kegiatan lainnya. Program tersebut diharapkan membuat museum semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran ekonomi yang dapat diakses berbagai kelompok.

"Siapapun bisa hadir ke museum dari segala umur dan kalangan," ujar Rio.

Kenalkan Ekonomi Lewat Sejarah Rupiah

Museum Bank Indonesia berada di kawasan Kota Tua Jakarta dan menempati bangunan bersejarah yang sebelumnya digunakan sebagai kantor De Javasche Bank. Bangunan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah sistem keuangan Indonesia.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat perjalanan perkembangan sistem perbankan, perekonomian, alat pembayaran, hingga sejarah rupiah. Informasi tersebut memberikan gambaran bagaimana sistem keuangan Indonesia berkembang mengikuti perubahan zaman.

Bagi masyarakat, keberadaan museum juga menjadi sarana untuk memahami ekonomi dengan pendekatan yang lebih dekat dan kontekstual. Sejarah kebanksentralan tidak hanya ditampilkan sebagai bagian dari masa lalu, tetapi dikaitkan dengan peran dan pelayanan Bank Indonesia dalam sistem ekonomi saat ini.

Melalui pameran dan berbagai kegiatan edukasi, MuBI juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh isu-isu ekonomi dan kebanksentralan.

Transformasi fungsi tersebut membuat Museum Bank Indonesia memiliki peran yang lebih luas. Selain sebagai destinasi wisata sejarah, MuBI diarahkan menjadi ruang edukasi ekonomi, tempat berdiskusi, serta wadah bertemunya berbagai gagasan dari masyarakat.

Dengan konsep tersebut, Museum BI diharapkan semakin mampu menjembatani informasi mengenai ekonomi dan kebanksentralan dengan masyarakat, sekaligus memperkuat literasi ekonomi publik. (*)

Terkini