PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Sekolah-sekolah di Pekanbaru memang masih banyak yang degil.
Meski Wali Kota telah mengingatka agar sekolah tidak menahan ijazah siswa dikarenakan ketidakmampuan dalam membayar tunggakan pendidikan, namun, tetap saja, masih ada sekolah yang tidak patuh.
Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho mengaku masih menerima laporan dan keluhan masyarakat sampai hari ini.
Dia mengaku masih menerima laporan ada sekolah yang menahan ijazah dari peserta didik di Kota Pekanbaru. Ada sekitar 649 ijazah peserta didik yang masih ditahan pihak sekolah lantaran masih menunggak pembayaran di sekolah.
Mereka tidak bisa mengambil ijazah ke sekolah karena belum bisa menebusnya.
"Kita masih menerima laporan warga yang ijazahnya masih ditahan sekolah, mereka belum bisa menebusnya lantaran tidak ada biaya," ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Dirinya menerima laporan bahwa sekolah yang menahan ijazah bukan cuma sekolah swasta. Namun ada sekolah negeri yang menahan ijazah peserta didiknya.
"Masih ada laporan yang menahan itu sekolah negeri, itu yang jadi pertanyaan kita, aneh juga," paparnya.
Pemerintah kota sedang berupaya menebus ijazah tersebut. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sedang menelusuri penyebab dari penahanan ijazah itu.
"Kita akan lihat, apa benar anak yang ijazahnya ditahan memang anak kurang mampu," ulasnya.
Agung menyampaikan bahwa tim dinas pendidikan bakal menggelar survei lapangan. Mereka ingin memastikan kondisi ekonomi dari peserta didik yang ijazahnya masih tertahan.
"Kita sudah rapat dengan Baznas Pekanbaru, nanti yang sesuai ketentuan bakal dibantu baznas. Mereka adalah orang-orang yang layak menerima zakat, jangan sampai dia punya uang tapi enggan menebus," jelasnya.
Sementara itu, mereka yang bukan penerima zakat bakal dibantu pemerintah kota. Ia menargetkan tahun ini penebusan ijazah tertahan itu bisa tuntas.
Dirinya mengaku masih ada warga yang hendak melapor terkait penahanan ijazah. Ia mengimbau warga bisa melaporkan ini ke kantor camat dengan membawa dokumen.
"Target kita tahun ini, tapi masih ada yang ingin melaporkan bahwa ijazahnya tertahan. Kita akan tuntaskan secara bertahap, dan tepat sasaran," papar Wali Kota.(R12)