PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kualitas udara di sejumlah wilayah di Provinsi Riau masih belum menunjukkan tanda-tanda akan kembali normal.
Pada beberapa daerah, bahkan masih berada di level tidak sehat. Bahkan, untuk Kampar dan Siak (Bungaraya), terpantau masih dalam kondisi berbahaya.
Dicuplik dari data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada Kamis (8/10/2026) siang ini, dari atribusi data stasiun pemantau di Jalan Tuanku Tambusai, Langgini Bangkinang, terpantau kualitas udara di Kota Bangkinang masih dalam kondisi 'Berbahaya' dengan konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai 272 µg/m³.
Kondisi yang hampir sama juga dilaporkan di stasiun pemantau kualitas udara KLH di Bungaraya, Siak, dimana konsentrasi partikulat PM2.5 masih berada di level berbahaya, dengan PM2.5 mencapai 314 µg/m³.
Indragiri Hilir, yang dalam beberapa hari sebelumnya juga berada di level berbahaya, pada hari ini terpantau mengalami penurunan dan masuk pada level Sangat Tidak Sehat dengan konsentrasi partikel di udara untuk PM2.5 sebesar 274 µg/m³.
Sementara di perbatasan Siak, tepatnya di Senggoro Bengkalis, kualitas udara belum menunjukkan perbaikan, dimana pada hari ini tercatat konsentrasi partikulat di udara untuk PM2.5 mencapai 242 µg/m³.
Kabupaten Pelalawan yang sebelumnya dalam kualitas udara sedang, pada hari ini dilaporkan kualitas udaranya memburuk menjadi sangat tidak sehat dengan konsentrasi partikel mencapai 204 µg/m³.
Kabupaten Rokan Hilir juga, yang sebelumnya dalam kondisi sedang, dalam dua hari terakhir kualitas udaranya memburuk menjadi Tidak Sehat, dengan konsentrasi partikel mencapai 174 µg/m³.
Sementara di pusat Kota Siak, kualitas udara juga belum mengalami perubahan signifikan, dimana konsentrasi partikel PM2.5 mencapai 172 µg/m³ atau masih dalam kategori Tidak Sehat.
Dampak kiriman asap juga berpengaruh hingga ke Kota Dumai, yng sebelumnya dalam kondisi baik menjadi sedang dengan konsentrasi partikel mencapai 61 µg/m³.
Sementara di Kota Pekanbaru yang sampai hari ini masih diselimuti asap tebal, dilaporkan kondisi kualitas udara juga masih Sangat Tidak Sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 208 µg/m³. (R05)