Polutan Berkurang, Kota-kota di Riau Masih Tidak Sehat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 06:33:19 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Konsentrasi polutan di wilayah udara Riau berkurang di tengah kondisi kepungan asap yang belum menunjukkan perbaikan situasi.

Beberapa wilayah di Riau, sampai hari ini masih dilaporkan dalam kondisi 'Tidak Sehat', bahkan berada di zoba 'Berbahaya' untuk kesehatan masyarakat.

Dilansir dari data Insdeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada pagi hari ini, Jumat (9/10/2026), tingkat polusi udara berdasarkan konsentrasi partikel PM2.5 maupun PM10 cenderung berkurang.

Misalnya di wilayah Kampar, pada pagi hari ini, sekitar pukul 06.00 WIB, dari alat pemantau KLH di Langgini, Bangkinang, konsentrasi partikel PM2.5 berada pada 387 µg/m³. Sementara untuk Kabupaten Siak (alat pemantau KLH di Bungaraya mencatat konsentrasi partikel PM2.5 berada pada 359 µg/m³.

Untuk Kabupaten bengkalis, dari pemantau di Senggoro, yang selama beberapa hari lalu berada di zona berbahaya, pada hari ini, terpantau mengalami penurunan ke zona "Sangat Tidak Sehat' dengan konsentrasi PM2.5 280 µg/m³.

Sementara itu, untuk Kabupaten Indragiri Hilir, dari stasiun pemantau di Kota Tembilahan, juga berangsur turun dengan konsentrasi partikel yang mengikat di udara berada pada 277 µg/m³.

Kondisi yang cenderung naik terjadi di wilayah Pelalawan, di mana dari pemantau di Kota Pangkalan Kerinci, terpantau konsentrasi partikel PM 2,5 berada pada 263 µg/m³.

Di kota Siak, berdasarkan alat pemantau di Kampung Dalam, konsentrasi PM2.5 berada pada 184 µg/m³.

Sementara untuk Kota Pekanbaru, yang saat ini masih diselimuti asap tebal, sedikit mengalami perbaikan kualitas udara dari Sangat Tidak Sehat menjadi Tidak Sehat dengan konsentrasi PM2.5 pada 143,2 µg/m³.

Kota di Provinsi Riau dengan kondisi kepekatan asap relatif rendah per pagi hari ini berada di Kota Dumai, dengan konsentrasi PM2.5 pada 52 µg/m³.(R05)

 

Terkini