Dinkes Pekanbaru Perbarui Data Pasien ISPA dan Kualitas Udara Tiap Hari

Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:56:13 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 13.850 warga terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sejak 24 Agustus 2026. Lonjakan kasus gangguan pernapasan tersebut terjadi akibat meningkatnya paparan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitar.

Seluruh pasien terpapar dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan yang tersebar di Kota Pekanbaru. Fasilitas pelayanan yang menangani para pasien tersebut meliputi Puskesmas hingga rumah sakit rujukan.

"Terhitung sejak 24 Agustus 2026, jumlah warga yang terpapar ISPA mencapai 13.850 orang. Karena paparan kabut asap Karhutla," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendryanto, di Pekanbaru, Senin (19/10/2026).

Guna mengantisipasi lonjakan pasien selama masa polusi udara, Dinkes Kota Pekanbaru memperpanjang jam operasional seluruh Puskesmas. Layanan kesehatan masyarakat kini beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari Senin sampai Sabtu, serta hingga pukul 15.00 WIB pada hari Minggu.

"Kemudian hari Minggu beroperasi sampai pukul 15.00 WIB. Pengobatan ISPA gratis," kata Hazli Fendryanto.

Dinkes Kota Pekanbaru juga menggencarkan sosialisasi pencegahan dampak buruk polusi udara serta membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Warga diimbau untuk selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan jika kabut asap memekat.

Selain langkah edukasi, petugas kesehatan terus memantau perkembangan kualitas udara dan grafik harian pasien ISPA melalui sistem surveilans terpadu. Data penanganan pasien dan kondisi udara diperbarui secara berkala setiap hari pukul 12.00 WIB.

Dinkes Kota Pekanbaru memastikan ketersediaan pasokan obat-obatan serta tabung oksigen di seluruh fasilitas layanan kesehatan dalam kondisi aman. Masyarakat yang mulai mengalami gejala sesak napas atau gangguan saluran pernapasan diimbau untuk segera mendatangi Puskesmas terdekat guna memperoleh penanganan medis secara gratis.

Terkini