PASIRPANGARAIAN (RIAUSKY.COM) - Gedung Rumah Potong Hewan,(RPH) sudah lama berdiri di Rokan Hulu. Bahkan untuk pembangunan gedung yang berlokasi Km 4 Pasir Pengaraian itu telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp 300 juta.
Hanya saja, hingga bulan Juni 2017 gedung itu belum juga berhasil dioperasikan sebagai tempat pemotongan hewan.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Rokan Hulu,Ir H Sri Hardono MM saat menjawab Riausky.com, mengakui sudah menugaskan pegawainya untuk melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi RPH di Provinsi Sumbar dalam rangka untuk pengoperasian RPH yang sudah dimiliki Pemda Rokan Hulu.
Dijelaskan Sri Hardono, kendala untuk mengoperasikan RPH di Rokan Hulu, karena belum tersedianya armada atau mobil pengangkut daging ternak yang sudah dipotong.
"Pengusaha daging di pasar Kota Pasir Pengaraian dan Ujungbatu tidak keberatan untuk dilakukan pemotongan hewan di RPH,asal daging hasil potong itu diantar lagi ke lokasi mereka berjualan. Armada yang jadi kendala saat ini," papar Sri Hardono.
Selain persoalan armada atau kenderaan yang belum tersedia, faktor rendahnya retribusi daerah juga menjadi pertimbangan.
Satu ekor ternak sapi, hanya dipungut Rp 20 ribu. Bila pengoperasian RPH dilaksanakan, tentu saja tidak mencukupi biaya operasional dilapangan. Karena kekuatan pemotongan hewan ternak untuk Kota Pasir Pengaraian-Ujungbatu hanya berkisar 8 ekor perhari. (R19)