Pendidikan Islam Terus Berkembang, DPR RI Apresiasi Provinsi Riau

Pendidikan Islam Terus Berkembang, DPR RI Apresiasi Provinsi Riau

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Perkembangan pendidikan Islam di Provinsi Riau terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Bertambahnya jumlah pondok pesantren, madrasah, hingga peserta didik menjadi indikator semakin kuatnya peran lembaga pendidikan berbasis keagamaan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Bumi Lancang Kuning.

Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan pondok pesantren melalui kebijakan yang berpihak terhadap penguatan pendidikan Islam. Dukungan tersebut diwujudkan melalui regulasi, pembinaan, hingga sinergi bersama berbagai pihak terkait.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan komitmen terhadap pesantren telah dibuktikan melalui lahirnya berbagai kebijakan yang mendukung keberlangsungan dan kemajuan lembaga pendidikan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan pertemuan bersama Anggota DPR RI Komisi VIII.

"Dapat kami sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau sangat berkomitmen, bersinergi, dan menaruh perhatian besar terhadap perkembangan pondok pesantren. Sebagai bukti nyata dari komitmen tersebut, Riau merupakan salah satu provinsi di luar Pulau Jawa yang telah memiliki regulasi khusus dan perhatian mendalam terhadap kemajuan pesantren," ujarnya di Kantor Kemenag Riau, Pekanbaru, Rabu (08/07/2026).

Ia menjelaskan bahwa perkembangan jumlah pondok pesantren di Provinsi Riau mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren.

"Kami melihat perkembangan jumlah pondok pesantren di Riau yang sangat luar biasa. Pada tahun 2020, jumlah pesantren yang kami ketahui hanya berkisar antara 260 hingga 280 pesantren. Namun, dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini, jumlahnya melonjak pesat hingga lebih dari 500 pondok pesantren di Provinsi Riau," jelasnya.

Diungkapkan, pertumbuhan tersebut harus diiringi dengan penguatan tata kelola, pembinaan, dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau terus menyempurnakan regulasi agar keberadaan pesantren memperoleh dukungan yang lebih optimal.

Ia menambahkan, Plt Gubernur Riau juga memiliki harapan besar agar tidak ada lagi sekat antara sekolah umum dan pondok pesantren dalam pembangunan pendidikan di daerah. Seluruh lembaga pendidikan diharapkan memperoleh perhatian yang setara.

"Sejalan dengan hal tersebut, Bapak Plt Gubernur Riau sangat berharap agar tercipta sinergi yang kuat dan tidak ada lagi perbedaan antara sekolah umum dengan pondok pesantren. Oleh karena itu, Alhamdulillah, hal tersebut telah berhasil kita wujudkan melalui Perda tentang Fasilitasi Penyelenggaraan Pesantren yang telah lahir pada tahun 2024, yang kemudian kami tindak lanjuti dengan menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) serta Petunjuk Teknis (Juknis) terkait kolaborasi dan pembinaan pondok pesantren di Provinsi Riau," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VIII, Ansory Siregar, menilai keberadaan pondok pesantren dan madrasah memiliki posisi yang sangat strategis. Terlebih, dalam mencetak generasi bangsa yang berkarakter serta memiliki daya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

"Pondok Pesantren dan Madrasah telah menjadi pilar penting yang dapat mendidik generasi bangsa yang berkarakter, religius, dan berdaya saing. Terlebih saya melihat, Provinsi Riau memiliki identitas yang sangat kuat sebagai kawasan Melayu yang bernapaskan Islam. Nilai-nilai keislaman telah lama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Riau," katanya.

Diterangkan, nilai-nilai Islam telah menyatu dalam budaya Melayu yang berkembang di Riau. Karena itu, eksistensi pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga sebagai benteng moral dan pelestari warisan budaya.

"Tercermin dalam falsafah budaya Melayu yang menempatkan agama sebagai landasan utama kehidupan masyarakat. Karena itu keberadaan Madrasah dan Pondok Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak, pelestarian tradisi keilmuan Islam, serta penguatan identitas budaya masyarakat Melayu Riau," terangnya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan lembaga pendidikan Islam di Provinsi Riau yang terus mengalami peningkatan. Saat ini terdapat ratusan madrasah dari berbagai jenjang yang melayani ratusan ribu peserta didik dengan dukungan puluhan ribu tenaga pendidik.

"Saat ini, pendidikan Islam di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Terdapat 598 Raudhatul Athfal (RA), 522 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 713 Madrasah Tsanawiyah (MTs), 398 Madrasah Aliyah (MA), dan 1 Madrasah Aliyah Kejuruan. Keseluruhan lembaga tersebut didukung oleh 24.746 tenaga pendidik madrasah yang melayani 246.549 peserta didik," paparnya.

Selain itu, sektor pendidikan pesantren juga menunjukkan kapasitas yang semakin besar dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia. Ribuan ustaz dan ustazah kini membina puluhan ribu santri yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

"Di sektor pendidikan pesantren, Provinsi Riau memiliki 550 pondok pesantren dengan 5.542 ustaz dan ustazah serta membina 88.538 santri yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Angka ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Riau memiliki peran strategis dalam mencapai generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat," pungkasnya.

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional