TRAGIS... Hanya Karena Perbedaan Tim Sepakbola Kesayangan, Gadis ABG Diperkosa 5 Pengamen Bejat di Sawah

Senin, 02 Oktober 2017 | 22:40:26 WIB
Para pelaku saat diamankan

PASURUAN (RIAUSKY.COM) - Malang nian nasib yang dialami DKP (14). Gadis asal Pakisaji, Kabupaten Malang itu menjadi korban pemerkosaan sejumlah pria bejat.

Dia digilir oleh lima pelaku yang memperkosanya di sebuah sawah. Nasib ketiga kawan DKP juga apes, lantaran sempat dikeroyok oleh lima pelaku yang memperkosa korban.

Beruntung aksi tersebut berhasil terungkap. Itu setelah berkat kejelian masyarakat, serta tanggapnya kepolisian. 

Hanya selang 8 jam usai insiden pengeroyokan dan pemerkosaan, enam pelaku berhasil dibekuk. Keenamnya merupakan pemuda yang sering menjadi pengamen jalanan.

Seperti dimuat Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa yang dialami DKP bermula terjadi saat dia bersama keempat kawannya, hendak menuju Situbondo, Minggu (1/10) sekitar pukul 20.30. 

Saat itu DKP bersama empat kawannya. Mereka adalah MND, 15; AK, 14; IDS, 15 dan SNT, 14. Hanya DKP dan SNT yang berjenis kelamin perempuan.

Kelimanya lalu mengendarai mobil angkutan umum dari Arjosari, Malang. Namun karena kelimanya kehabisan uang, akhirnya berjalan kaki menuju terminal Blandongan. Harapannya, di terminal mereka bisa menumpang kendaraan.

Nah, saat perjalanan mereka baru sampai di simpang 3 Blandongan, mereka bertemu tiga pelaku. Yakni Edi Santoso, 23, warga Pandanrejo, Rejoso; Ahmad Arif, 18, warga Rejoso Lor, Rejoso dan Ahmad Maimun, 24, Bugulkidul, Kota Pasuruan. 

Rupanya ketiga pelaku tak senang dengan kedatangan DKP dan keempat kawannya. Sebab salah satu dari lima sekawan ini yakni AK, memakai jaket tim sepakbola di Jatim yang identik dengan warna biru. Begitu tahu jaket tersebut, ketiga pelaku menghampiri kelima sekawan yang usianya masih belasan tahun tersebut.

“Kalian keliru masuk sini. Disini wilayah (menyebut nama supporter tim sepakbola),” kata MND menirukan ucapan Edi. Merasa tak terima, MND akhirnya membalas dengan ucapan kasar. Saat itulah ketiga pelaku mulai emosi. Mereka lalu semakin mendekati kelima sekawan dari Pakisaji, Malang tersebut.

Singkatnya, ketiga pelaku menggeret kelima sekawan tersebut ke areal persawahan, yang ada di Blandongan. Kelima sekawan pun hanya nurut saja, karena ketiga pelaku mengancam dengan senjata tajam.

Saat dibawa ke areal sawah, salah satu korban yakni SNT, berhasil kabur dan sembunyi. Sementara keempat korban lainnya, nurut. Di areal sawah itulah, ketiga pelaku memukul MND. Sedangkan dua kawan lainnya yakni AK dan IDS, hanya terdiam karena kalah senjata.

Usai memukul MND, ketiga pelaku rupanya belum puas. Mereka justru menarik DKP ke areal persawahan, dari lokasi pengeroyokan. Disanalah DKP digilir oleh Edi Santoso, Ahmad Arif dan Ahmad Maimun. DKP hanya bisa menuruti kemaun pelaku. 

“Saya dicekoki miras dan sempat tak sadarkan diri. Saya hanya pasrah karena takut keempat kawan saya dibunuh,” aku DKP saat ditemui di mapolsek Bugulkidul.

Usai menggilir DKP, ketiga pelaku masih bernafsu. Ketiganya kemudian membawa DKP ke kawasan Purutrejo. Disana sudah ada tiga pelaku lain, yakni M Sudarsono, 24, warga Pandanrejo, Kecamatan Rejoso; M Arif. 19, warga Bugulkidul, Kota Pasuruan an AP, 17, warga Kecamatan Rejoso.

Dua diantara mereka yakni M Sudarsono dan M Arif, menggagahi DKP di sebuah kebun pisang. Sementara AP hanya mengawasi lokasi sekitar. Setelah puas memperkosa DKP, keenam pelaku membawa korban ke rumah pelaku Edi Santoso di kawasan Rejoso. Disana DKP disandera. 

Kasus ini akhirnya terungkap, setelah polisi dibantu warga, mencari para pelaku. Meski cukup sulit dan butuh waktu karena keenam pelaku yang dikenal sebagai pengamen, sempat tak diketahui alamatnya. Namun akhirnya polisi berhasil membekuk keenamnya, dengan waktu tak lebih dari 10 jam.

“Sementara ini masih kami dalami. Kemungkinan para pelaku kami jerat dengan pasal berbeda. Ada yang pengeroyokan, pemerkosaan dan UU perlindungan anak. Mengingat korbannya masih dibawah usia dewasa,” tutur AKP Maryono, Kapolsek Bugulkidul. Kasus ini sendiri sudah dilimpahkan ke unit PPA, Polres Pasuruan Kota. (R02/Jpg)

Terkini