JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada sesi penutupan perdagangan pada Senin (8/6/2026) ini.
Rupiah dilaporkan berada pada angka Rp18.188 per dolar Amerika Serikat.
Ini menunjukkan penurunan sebesar 152 poin atau -0,84 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu.
Terjunnya nilai tukar rupiah dan situasi pasar keuangan domestik pada hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting di antaranya, tekanan eksternal yang disebabkan kembali meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran sertas kembali memanas kondisi di Timur Tengah setelah eskalasi militer di wilayah Lebanon.
Situasi ini memicu investor global beralih ke aset aman seperti dolar AS. Selain itu,
Selain itu, suku bunga AS yang bertahan tinggi terus menekan mata uang negara berkembang.
Sentimen negatif lainnya adalah dipicu oleh laporan Bank Indonesia bahwa cadangan devisa Mei 2026 menyusut menjadi US$144,9 miliar akibat intervensi pasar.
Selain itu, juga maraknya aksi jual oleh investor asing di pasar saham dan obligasi dalam negeri, yang salah satunya dipicu oleh penyesuaian indeks global seperti MSCI, kian mempersempit likuiditas rupiah.
Saat ini, pasar cenderung bersikap wait and see sembari mencermati beban anggaran jangka panjang dari program-program baru pemerintah.
Sementara itu, JISDOR Bank Indonesia merilis nilai tukar rupiah pada hari ini berkisar Rp18.171. Nilai tukar ini anjlok dibandingkan dengan penutupan pada Jumat (5/6/2026) lalu, dimana Rupiah berada di kisaran Rp18.039.(R02)
Listrik Indonesia

