BRENGSEK, Masyarakat Beli Satu Tabung Susah, Restoran di Pekanbaru Ini Dapat 50 Tabung

Rabu, 08 November 2017 | 17:25:16 WIB
Warga antre membeli elpiji.

PEKANBARU (PEKANBARU)- Peristiwa ini benar-benar menggerus hati.  Disaat kebanyakan masyarakat kesulitan untuk mendapatkan setabung gas elpiji 3 kilogram, restoran di Pekanbaru ini bahkan punya stok hingga 50 tabung.

Informasi ini terungkap setelah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Pekanbaru secara intensif melakukan penyisiran terhadap sejumlah tempat usaha yang diduga menyalahgunakan elpiji subsidi untuk masyarakat.

Tentu saja, bukan wartawan yang dibuat kaget. Pejabat dinas terkait yang melakukan pemeriksaan pun kaget bukan kepayang begitu melihat ada tumpukan tabung elpiji 3 kilogram di restoran itu.

Penemuan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, Rabu (8/11/2017).

Dijelaskan Irba, penemuan penumpukan elpiji subsidi tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan penyisiran di Jalan Sudirman, Hangtuah dan Jalan Durian.''Ada empat restoran dan rumah makan. Disisir pada Selasa (7/11/2017),'' kata dia.

''Ya, disimpan di dapur rumah makan, makanya kita juga heran, bagaimana mungkin bisa seperti itu. Itu sudah sangat keterlaluan,'' ungkap dia. 

Kondisi yang juga hampir sama terjadi di beberapa rumah makan lainnya, walau tidak sebanyak itu. Tapi, mereka menyimpan dalam jumlah yang tidak wajar. 

Karena itulah, sebut Irba, pihaknya sudah memanggil pelaku usaha untuk datang dan menjelaskan, dari mana mereka bisa mendapatkan pasokan dalam jumlah sebanyak itu. 

''Kita minta mereka terbuka, dari pangkalan mana suplai dalam jumlah besar itu didapatkan. Kita minta datanya dan kita akan beri tindakan tegas kepada pangkalan dimaksud karena sudah menyalahi ketentuan tentang usaha pangkalan,'' kata dia.

Dari empat pelaku usaha yang sudah didiperiksa, informasinya ada empat pangkalan yang menjadi penyuplai. ''Ini kita tunggu kedatangan mereka, kalau tidak kita akan pidanakan, karena sudah menyalahi,'' kata dia. 

Situasi ini tentu saja sangat ironis dibandingkan dengan temuan riausky.com di lapangan, dimana untuk mendapatkan satu tabung saja, warga harus bisa menunjukkan kartu tanda penduduk asli tempatan.

''Maaf pak, kalau mau beli di sini, harga Rp18.000, tapi tolong KTP nya ya, khusus masyarakat disini,''ungkap pemilik Pangkalan Suhendri di Jalan tengku Bey, setelah melakukan loading ratusan tabung gas elpiji.

Sejumlah warga yang sudah antre di tengah hujan pun dibuat bingung dan melongo, karena, yang dimintakan bukan sekedar KTP, tapi, KTP dengan alamat sama persis dengan lokasi Pangkalan. 

''Jadi kami yang punya KTP di luar lokasi izin Pangkalan ini tak bisa ya Pak? jadi untuk apa kami punya KTP elektronik ini?'' ungkap salah seorang pembeli yang mengaku kecewa karena tidak bisa membeli satu tabung gas elpiji. 

''Yang punya perbuatan mengambil subsidi elpiji bukan kami pak, kami cuma beli satu, untuk di dapur. Rumah kami pun disini, tapi kok dipersulit seperti ini,'' ungkap salah seorang warga kepada riausky.com sambil marah-marah dan pergi di tengah hujan lebat.(R05)

Terkini