DUMAI (RIAUSKY.COM)- Denyut industri kelapa sawit di Kota Dumai tak pernah benar-benar berhenti. Truk-truk pengangkut tandan buah segar dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) hilir mudik menuju pelabuhan, menjadi gambaran nyata bagaimana komoditas unggulan Riau menggerakkan roda perekonomian. Namun di balik aktivitas yang padat itu, tersimpan tantangan besar. Bagaimana menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.
Gagasan inilah yang menjadi titik temu Universitas Riau (Unri) dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Dumai dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Perencanaan Kawasan Hub Pengumpul dan Jaringan Pipa Interkoneksi Crude Palm Oil (CPO) Koridor Kota–Pelabuhan Dumai dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) di Kawasan Dumai Barat, yang dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Kunto Darussalam Gedung Rektorat Unri.
FGD ini menjadi tempat bertemunya akademisi, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan untuk merumuskan konsep pengembangan kawasan logistik CPO yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan daya saing sektor kelapa sawit di Provinsi Riau.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unri, Yuana Nurulita SSi MSi PhD, dalam sambutannya Yuana menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Unri dan Pemerintah Kota Dumai dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan melalui riset yang aplikatif.
“Sinergi antara Unri dan Pemerintah Kota Dumai merupakan contoh implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari penelitian, hasil kajian dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
FGD tersebut juga dihadiri Wali Kota Dumai H Paisal SKM MARS, jajaran Pemerintah Kota Dumai, Kepala BRIDA Kota Dumai, Kepala Bappeda, Organisasi Perangkat Daerah terkait, PT Pelabuhan Dumai Berseri (BUMD), Kepala LPPM Unri, serta tim peneliti dari Unri.
Dalam kesempatan tersebut, tim pelaksana kegiatan dari LPPM Unri Prof Dr Ir Ari Sandhyavitri MSc IPM, Guru Besar Teknik Sipil memaparkan hasil kajian mengenai perencanaan kawasan hub pengumpul CPO beserta jaringan pipa interkoneksi menuju Pelabuhan Dumai. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih efektif dibandingkan pengangkutan konvensional, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan angkut dan meningkatkan efisiensi biaya logistik industri kelapa sawit.
Dalam paparannya dijelaskan bahwa Kota Dumai memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik nasional karena berada di jalur pelayaran Selat Malaka serta didukung akses Jalan Lintas Sumatera dan Tol Pekanbaru–Dumai. Sebagai pelabuhan ekspor utama CPO Indonesia, Dumai melayani sekitar 6–13 juta ton CPO per tahun atau sekitar 30–40 persen dari total ekspor nasional.
“Pada 2024, volume ekspor melalui pelabuhan Dumai mencapai 8,03 juta ton, didominasi CPO dan produk turunannya dengan tujuan India, Tiongkok, dan Eropa. Tingginya volume distribusi yang masih mengandalkan angkutan truk dinilai menimbulkan sejumlah persoalan, seperti kemacetan, kerusakan jalan, tingginya biaya logistik, dan meningkatnya risiko kecelakaan,” paparnya.
Sebagai solusi, lanjut Ari, tim peneliti menawarkan sistem logistik berbasis hub-and-spoke, di mana CPO dari pabrik kelapa sawit diangkut menggunakan truk tangki non-ODOL menuju terminal konsolidasi (hub), kemudian dialirkan melalui jaringan pipa sepanjang sekitar 15–20 kilometer menuju kawasan industri dan pelabuhan ekspor di Dumai.
Selain konsep teknis, kajian juga mencakup analisis kelayakan dari aspek teknis, finansial, hukum, kelembagaan, dan manajemen risiko sebagai dasar implementasi proyek melalui skema KPBU.
Diskusi FGD berlangsung dinamis, berbagai masukan dari pemerintah daerah, perangkat teknis, hingga pelaku usaha menjadi bagian penting dalam penyempurnaan rekomendasi kajian yang nantinya diharapkan menjadi landasan implementasi pembangunan kawasan strategis tersebut.(*)
Listrik Indonesia

