RIAUSKY.COM - Kalau massa sudah main hakim sendiri, pelaku kejahatan pun tak bisa berbuat banyak, alhasil terima nasib saja, seperti kasus yang satu ini.
Nasib tragis dialami Rahmad, 28. Warga dusun Dlangoh, Desa Madupat, Kematan Camplong, Kabupaten Sampang itu tewas dihakimi massa, setelah terpergok mencuri HP milik tukang tambal ban di desa Roomo, kecamatan Manyar, Minggu (29/4).
Kanit Reskrim Polsek Manyar, Aiptu Aziz mengatakan, Rahmad tewas karena banyak luka di tubuhnya. Pria madura bertubuh kekar itu menghembuskan nafas saat perjalanan menuju rumah sakit.
“Fatalitas yang membuat korban meninggal yakni adanya hantaman benda tumpul di belakang kepala pelaku,” kata Aziz. Dikatakannya, polisi baru bisa menggali keterangan dari korban dan beberapa saksi di tempat kejadian perkara (TKP). ”Kami sudah berkoordinasi dengan pemilik toko bangunan yang merupakan lokasi terjadinya pengeroyokan. Semoga CCTV mengarah ke jalan raya,” jelasnya seperti dilansir Jawapos.com.
Berdasarkan informasi di lapangan, Rahmad berboncengan naik sepeda motor bersama rekannya dari Jalan Raya Sukomulyo menuju Jalan Raya Roomo Meduran.
Sesampainya di salah satu tukang tambal ban, pelaku melihat tambal ban, Martobat Marbun, 45, tidur. Dalam kesempatan itu, Martobat mengaku jika Rahmad langsung mengambil Smartphone merk Oppo A71 pada saku celana Martobat. Rahmad mengendap-endap dan seketika mengambil handphone dan dompet dengan cepat. Bersama temannya, pelaku kabur.
Seketika itu pula, Martobat terbangun dan mengejar Rahmad. Tidak sampai 50 meteran, Rahmad berhasil ditangkap warga. Rahmad dan Martobat sempat adu pukul. Teman Rahmad yang mengendarai motor putar balik. Tubuh Martobat ditabrak. Kakinya dilindas.
Martobat menjerit kesakitan. Rahmad kembali kabur ke seberang jalan. Temannya menunggu. Namun, Martobat tidak kenal menyerah. Meski kakinya sakit, dia mengejar dua maling itu hingga seberang jalan. Tak berhenti di situ, Rahmad kembali naik motor hingga jatuh ke aspal. Perkelahian kembali terjadi. Teman Rahmad pun kembali menabrak Martobat.
”Kaki saya dilindas lagi,” kata Martobat. Dalam kondisi kesakitan, warga mendengar sehingga Rahmad dikepung dan dimassa hingga tewas. Sedangkan, rekannya kabur.
Amuk massa tidak bisa ditahan. Rahmad dihujani bogem mentah. Kepalanya sampai berdarah-darah. Diduga kuat ada orang yang menggunakan benda tumpul seperti paving untuk memukul.
Aiptu Aziz menambahkan, dalam menangani kasus ini Polsek Manyar memilih untuk berhati-hati. Sebab, kasus kejadian pengeroyokan oleh massa hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
“Kami langsung meminta rumah sakit untuk melakukan otopsi. Sebab, jika ada sesuatu hal di kemudian hari kami bisa mempertanggungjawabkannya,” pungkasnya. (R04)