Tolong Lurah dan Kepala Puskesmas, Sudah Enam Warga Kena DBD di Sri Meranti Kok Tenang-tenang Aja...

Ahad, 17 Januari 2016 | 22:43:43 WIB
Nyamuk Aedes Aigypti penyebar demam berdarah.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) menjangkit di tiga RW yang terletak di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai. Sudah Enam orang warga jadi korbannya. Namun, sampai saat ini, belum ada tindakan pencegahan dan penanganan riil dari Pusat kesehatan Masyarakat agar penyakit yang disebabkan virus Aedes Aegypti ini tak menyebar.

Dari pantauan Riausky.com, setidaknya, data sementara yang berhasil dihimpun, sudah ada enam warga, masing-masing berasal dari RW 02, RW 03 dan RW 018, di Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti yang sudah menjadi korbannya.

Salah seorang tokoh pemuda Sri Meranti, Sepriadi, Ahad (16/1) kepada media. "Kami sangat menyayangkan sikap pemerintah kelurahan dan Puskesmas setempat yang tidak peduli dengan kesehatan warga kami. Padahal, sudah jelas puluhan warga kami sudah positif terjangkit DBD, tetapi tetap tidak ada juga upaya pencegahan dan pemberantasan yang dilakukan," ungkapnya.

Dikatakanya, warga positif DBD yang mayoritas anak-anak itu saat sudah dilarikan ke Rumah Sakit (Rumkit) untuk dirawat. Namun, hingga saat ini belum ada satupun pihak terkait yang turun ke lokasi untuk melihat.

"Jangankan memberikan batuan, menjenguk pun tidak. Apa harus ada korban yang meninggal dunia dulu baru pemerintah mau memperhatikanya?," ungkapnya dengan kesal.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh ketua Rw 03, H Darmadi Nasution. "Hingga hari ini (ahad,red) sudah enam orang warga di jalan nelayan ini positif DBD," bebernya.

Perihal ini, lanjut dia, sebelumnya sudah disampaikan kepada pihak kelurahan dan puskesmas. Namun hingga saat ini belum juga ada tindakan.

"Kami sudah surati pihak kelurahan dan puskesmas minta solusi, tetapi sampai sekarang tindak ada tanggapan. Bahkan, baru-baru ini kami juga sudah mengirimkan surat dari rumah sakit Ibnu Sina kepada pihak puskesmas, sebagai bukti bahwa memang benar warga kami itu sudah dirawat disana akibat DBD, tetapi tetap saja percuma, karena tetap tidak juga mendapat tanggapan," ungkap Darmadi.

Dia berharap, persoalan seperti ini dapat direspon dengan cepat oleh pihak terkait. Sebab persolan ini menyangkut nyawa manusia.

"Tolonglah diperhatikan. Ini kan nyawa taruhannya. Jangan nanti warga yang datang berontak minta perhatian kesana malah RW yang disalahkan tidak bisa mengakomodir warganya," tuturnya.

Sementara itu, Lurah Sri Meranti, Welly Amrul SH MSi, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, mambantah tidak pernah melakukan tinjauan ke wilayah yang terdapat korban DBD.

Bahkan, lanjutnya, juga sudah melakukan Fogging dibeberapa wilayah untuk membasmi sarang nyamuk Aides Egypti tersebut.

"Sudah, bahkan di RW 13 juga sudah dilakukan fogging," jawabnya singkat.

Untuk itu, Welly mengimbau warganya untuk dapat melakukan gotong royong sebagai upaya pencegahan bersarang dan berkembangnya nyamuk yang dapat menyebabkan kematian tersebut.

"Saya imbau para RW dan RT untuk dapat mengajak warganya melakukan gotong royong. Sebab, penyebab utama bersarangnya nyamuk itu karena lingkungan yang kotor," pungkasnya. (R21)

Terkini