PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Saat ini ada 182 layanan yang tersedia di Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman. Dengan rincian, 96 layanan milik Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), 86 layanan instansi diluar DPMPTSP.
Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil melalui Sekretaris DPMPTSP, F Rudi Misdian kepada media, Jum’at (1/11/2019) mengatakan, diantara layanan milik instansi diluar DPMPTSP diantaranya, Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kejaksaan Negeri (Kejari), Ikatan Arsitek Indonesia Riau (IAIR), BPJS Kesehatan, Imigrasi, Samsat, Polresta Pekanbaru, Kanwil DJBC Riau, Disdukcapil Kota Pekanbaru, PT PLN (Persero).
"Yang baru bergabung itu BPPOM dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) buka layanan lebih kurang satu bulan lalu, tepatnya awal Oktober," terang Rudi.
"28 instansi diluar DPMPTSP, 1 instansi yakni DPMPTSP. Jadi total 29 instansi yang sudah bergabung, dengan jumlah layanan sebanyak 182 layanan," sambungnya.
Lanjut Rudi, ada beberapa instansi yang akan bergabung ke MPP nantinya, diantaranya BNN Pekanbaru, asuransi Jiwasraya dan Kemenag.
"BNN Pekanbaru, baru mengajukan permohonan, surat sudah masuk kemaren (Kamis). Untuk sementara posisi (tempat) belum ada, nanti akan kita lihat. Mereka kemungkinan lebih kepada (layanan) konsultasi," tutupnya.
Jadi Rujukan Pelayanan Publik Daerah Lain
Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru kembali menjadi rujukan daerah lain untuk penerapan pengelola pelayanan publik. Kali ini, rombongan Wali Kota (Wako) Tangerang Arief Rachadiono yang tiba Selasa (29/10) beserta jajarannya.
Rombongan Pemerintah Kota (Pemko) Tangerang ini melihat langsung pelayanan yang terintegrasi di MPP Pekanbaru. Rombongan berkeliling untuk melihat layanan secara menyeluruh. Arief mengapresiasi MPP Pekanbaru yang menghadirkan 29 instansi di satu tempat.
Layanan MPP Pekanbaru yang sudah terintegrasi disebutnya membuat masyarakat makin mudah mengakses layanan. Apalagi kedatangan rombongan ini atas arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kementerian Dalam Negeri. "Kita apresiasi karena semua layanan bisa terintegrasi dalam satu tempat," jelasnya usai kunjungan.
Arief dan rombongan datang untuk meningkatkan layanan di MPP Kota Tangerang. Saat ini MPP di kota itu baru bisa membuka layanan dari 12 instansi. "Saat ini sudah ada MPP di Kota Tangerang, tapi cakupannya masih kecil," imbuhnya.
Arief mengaku banyak inovasi di MPP Pekanbaru. Inovasi ini bakal diadopsi untuk diterapkan di Kota Tangerang. "Kita bakal adopsi. Kita banyak belajar dari MPP Pekanbaru," ujarnya.
Wako Tangerang bersama rombongan diterima langsung Wakil Wali Kota Pekanbaru H Ayat Cahyadi SSi dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru H Muhammad Jamil MAg MSi dan jajaran Pemko Pekanbaru lainnya.
Wawako mengucapkan terima kasih atas kunjungan yang terjadi. "Ini suatu kehormatan bagi kita dan mudah-mudahan banyak informasi penting yang bisa dibawa dari sini," kata Ayat.
Kepala DPMPTSP Kota Pekanbaru M Jamil mengatakan, sistem layanan MPP Pekanbaru sudah terintegrasi. Sistem ini mempermudah pemantauan layanan publik di MPP. "Kita bisa memantau layanan yang sudah terlaksana dan tuntas," jelasnya.
Jamil menyebutkan banyak hal yang bakal diadopsi di MPP Pekanbaru. Ada dari segi layanan, standar operasional dan aturan.
"Kita buat standar operasional, gerai yang buka layanan di MPP harus mengikuti aturan tersebut. Guna mengoptimalkan layanan," jelasnya.
Ditambahkannya, ada sejumlah instansi yang juga akan membuka layanan di MPP Pekanbaru. Apalagi pihaknya mengembangkan layanan seiring perluasan MPP. "Saat ini sudah ada 29 instansi bergabung dan buka layanan di MPP Pekanbaru. Masyarakat bisa akses 180 layanan di MPP," katanya. (R05)