Sindir Jokowi yang Beli Lukisan 'Petruk Jadi Ratu Semar Kusirnya', Rocky Gerung: Beli Otobiografinya Itu

Kamis, 05 Maret 2020 | 10:46:56 WIB
Rocky Gerung/net

RIAUSKY.COM - Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeli sebuah lukisan menarik karya pelukis Djoko Pekik. Lukisan tersebut berjudul 'Petruk Jadi Ratu, Semar Kusirnya'.

Terkait hal itu pengamat politik, Rocky Gerung menuturkan bahwa judul dari lukisan tersebut merupakan gambaran dari otobiografi Jokowi.

"Jadi kalau Pak Jokowi membeli lukisan 'Petruk Jadi Ratu' ya mungkin Pak Jokowi sedang membeli otobiografinya itu," ujar Rocky Gerung.

Hal ini lantaran menurut Rocky Gerung, 'Petruk Jadi Ratu' merupakan sebuah simbol sindiran, yang artinya seorang pemimpin yang menimbulkan kekacauan.

"Karena petruk jadi ratu itukan ledekan sindiran, negara akan kacau kalau dipimpin orang yang tidak mampu, kan itu pesan dari Petruk jadi Ratu," paparnya.

Lebih lanjut Rocky Gerung menjelaskan bahwa sosok Semar adalah orang yang mengendalikan Petruk dari belakang. 

"Apalagi di belakangnya ada Semar yang mengendalikan yang dianggap sebagai tadi kita bicarakan yang namanya plukart."

"Jadi ratu yang dikendalikan oleh orang yang lebih tahu tentang keadaan, itu yang disebut sebagai boneka, jadi itu satire," ungkapnya.

Rocky Gerung menduga seharusnya Jokowi sebagai seorang putra asli Jawa mengetahui tentang filososfi tersebut.

"Jadi kalau Pak Jokowi beli itu saya kira Pak Jokowi tahu kan sebagai orang Jawa filosofi itu, atau memang dia nggak mengerti sindiran-sindiran dalam karya Djoko Pekik," tuturnya.

Lantas Rocky Gerung mengatakan bahwa dengan Jokowi membeli lukisa tersebut maka dia telah memperlihatkan ke publik otobiografinya.

"Ini yang menimbulkan banyak spekulasi dan orang menganggap bahwa makin lama makin jelas tanpa ada ahli presiden Jokowi sendiri sudah melihatkan otobiografinya," ujar Rocky Gerung.

Jika Jokowi mengerti arti dari judul lukisan tersebut, Rocky Gerung berharap presiden bisa mengerti dan mempelajarinya.

"Bahwa dia suka lukisan itu dan kalau dia mengerti mestinya dia belajar dari lukisan itu," imbuhnya.

"Poin negatifnya sangat mungkin bahwa memang itulah nasib Presiden Jokowi sebagai Petruk yang di belakangnya ada Semar, in tafsir kesenian aja," pungkasnya. (R02)

Sumber: Tribunnews.com

Terkini