Waspada.. DBD Mengancam Tiga Kecamatan Ini

Rabu, 03 Februari 2016 | 08:03:34 WIB
ilustrasi internet
TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM) - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Inhil kian meluas. Terbukti  jumlah suspect dan positif terinfeksi DBD yang sudah mencapai 42 orang sampai saat ini.   Hal ini diungkapkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Wabah Dan Bencana Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Zulkarnain, S.ST, kepada riausky.com.
 
"Jumlah suspect dan positif per 31 Januari ada 42 orang. Secara grafis, memang relatif terjadi peningkatan dibandingkan dengan bulan yang lalu, mungkin dikarenakan saat ini kita sedang dalam musim penghujan. Namun, tidak lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2015 lalu. Sedangkan, jika dibandingkan dengan kasus DBD di Kabupaten / Kota lainnya di Provinsi Riau, Kabupaten Inhil masuk kedalam kategori yang tinggi," ujarnya.  
 
Berdasarkan pantauan dan pemetaan kawasan endemis DBD yang dilakukan oleh Diskes, Zulkarnain mengatakan bahwa Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu dan Kateman adalah kawasan dengan jumlah kasus DBD yang tertinggi untuk saat ini. Sedangkan untuk kecamatan lainnya cenderung rendah.   
 
Zulkarnain juga mengatakan bahwa situasi untuk penanganan wabah DBD masih aman dan terkendali. "Untuk penanganan kasus DBD di Inhil, kami selalu cepat tanggap. Jika, ada informasi kami langsung melakukan pemeriksaan dilingkungan sekitar wilayah penularan DBD tersebut. Seandainya memang terdeteksi, kami akan lakukan penyuluhan Gerakan 3M+ kepada warga setempat dilingkungan tersebut. 
 
Dan jika diperlukan kita akan dilakukan fogging dan pembagian serbuk Abate kepada masyarakat. Sampai saat ini, dari total 42 kasus tidak terdapat korban jiwa hingga meninggal dunia," kata Zulkarnain.   Dr. Saut Pakpahan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat ditemui diruang kerjanya menghimbau kepada masyarakat Inhil, agar dapat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan menggalakkan Gerakan 3M+ sebagai langkah antisipatif penularan DBD. 
 
Himbauan kami kepada warga inhil, agar selalu menjaga lingkungannya tetap bersih. Dan menggalakkan Gerakan 3M+, yakni menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air dan plus menghindari gigitan nyamuk. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati," tandasnya. (R17)

Terkini