SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Safira Ananda, putri ke-4 dari pasangan Suyanto (42) dan Wati (37) warga Jalan Smea, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti didiagnosa dokter menderita jantung bocor.
Bocah berusia 1 tahun 7 bulan yang akrab disapa Safira itu didiagnosis menderita jantung bocor sejak usia 1 bulan 20 hari.
Kunjungan sejumlah anggota dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kepulauan Meranti, Selasa (2/2) siang itu disambut haru oleh keluarga Suyanto.
Dalam kesempatan itu, Suyanto menceritakan Safira mengalami ganguan pernapasan (sesak) dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepulauan Meranti dan mendapat perawatan 1 minggu.
Saat di RSUD Meranti ia diminta merujuk Safira ke RSUD Pekanbaru. Namun sesampainya di sana dokter hanya mengatakan tidak lama lagi jantung anak ini akan mengempis, dan tidak diambil tindakan untuk operasi.
"Sementara dokter Hendra spesialis anak RSUD Meranti merujuk Safira ke RSUD Pekanbaru untuk dilakukan operasi penambalan jantung bocor.
Dijelaskan Suyanto, bahwa sejak itu anaknya dibawa lagi ke RSUD Pekanbaru dan dilakukan perawatan selama 1 minggu dan RSUD Pekanbaru meminta untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.
"Dengan keterbatasan dana akhirnya Safira tidak bisa kami bawa untuk lanjutan pengobatan ke Jakarta," ucapnya.
Sementara itu terlihat juga kehadiran Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi bersama pihak Dinas Kesehatan oleh dr. Misri.(R16)