PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan sosialisasi terkait rencana pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Rengat.
Sosialisasi ini rencananya akan dilaksanakan di empat kabupaten dan kota yang bersinggungan wilayahnya dengan rencana pembangunan ruas tol tersebut.
Itu diungkapkan Asisten I Setdaprov Riau Jensi Salmon Ginting kepada riausky.com selepas pelantikan pengurus Santri Tani Riau di salah satu hotel di Pekanbaru, Jumat (29/1/2021) pagi tadi.
Disebutkan Jenri, saat ini, skedul untuk pengerjaan tol ini sudah disusun oleh jajaran Kementerian PUPR. Proses perencanaanya sudah, dan sekarang dalam tahap sosialisasi kepada camat dan lurah yang ada di 4 kabupaten dan kota, yakni Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Indragiri Hulu.
''Skedulnya sudah ada, jadi mereka akan sosialisasi dulu di 4 kabupaten dan kota itu, terdiri atas 41 desa dan 13 kelurahan dengan panjang lahan yang akan digunakan 206 kilometer,'' ungkap dia.
Proses sosialisasi ini juga akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota, juga pemerintah kecamatan. ''Kita akan pantau sampai nanti jelas penentuan lokasi (Penlok) untuk lahan yang akan digunakan atau terkena pekerjaan ruas tol ini,'' jelas dia.
Sementara itu terkait ganti rugi, Jenri menyebutkan sejauh ini pembahasannya belum sampai ke tahap itu. Namun, selintas, sama halnya dengan pembebasan ruas tol lainnya yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional, pemerintah daerah tetap mendukung dan harapannya juga mendapat dukungan dari semua pihak.
Begitu pun, tetap, bahwa untuk proses pembebasan lahan untuk ruas tol ini akan melibatkan tim satgas, disana akan ada BPN, dinas terkait seperti kehutanan dan Lingkungan Hidup, juga instansi lainnya yang terkait dengan lahan yang akan digunakan.
''Yang pasti, tidak ada yang berniat untuk merugikan masyarakat. Karena itulah, semuanya akan dibahas dan diputuskan oleh tim yang terdiri dari pihak-pihak yang berwenang untuk penetapannya,'' kata dia. (R02)