PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Otoritas Jasa keuangan (OJK) Riau Yusri menyebutkan Riau membuat kejutan dari realisasi pertumbuhan ekonomi selama pandemi tahun 2020.
Di saat pemerintah menyebutkan terjadi kontraksi dengan pertumbuhan ekonomi terendah sejak beberapa tahun terakhir, Provinsi Riau malah bergeliat dengan pertumbuhan secara positif.
''Nasional, tahun 2020 ini terendah dalam beberapa tahun, dengan kontraksi 2,41 persen tapi di Provinsi Riau mampu tumbuh positif di angka 3,8 persen,'' ungkap Yusri dalam paparannya saat kunjungan Komite IV DPD RI di kantor Gubernur Riau, Senin (1/2/2021).
''Ini sesuatu yang mengejutkan, artinya, pelaku usaha di Riau masih tetap bergerak dan beraktivitas di tengah situasi pandemi ini,'' sebut Yusri lagi.
Dia bahkan mencontohkan, Bahkan, Bank Riau Kepri justru pertumbuhannya lebih baik di masa pandemi ini.
Sebagai pembanding, Yusri juga menjelaskan, rasio kredit bermasalah di Riau juga relatif kecil, yakni berkisar 2,56 persen. Artinya, risiko kredit masih bisa dikelola dengan baik, walau saat ini, pemerintah memberlakukan relaksasi serta menggelontorkan stimulus dalam beberapa program.
Yusri juga menjelaskan, pertumbuhan kredit di Riau juga tergolong sangat baik, yakni dengan rata-rata 3,81 persen dan itu dijelaskan dia disupport oleh kredit dari sektor pertanian dan perkebunan yang besarannya mencapai 11,61 persen.
Pertumbuhan positif juga terjadi untuk Industri pengolahan, penyediaan akomodasi dengan besaran 4,35 persen.
Sementara untuk sektor yang tumbuh negatif, disebutkan Yusri terjadi pada unit perdagangan besar dan eceran.
Selain itu tentunya adalah jasa kemasyarakatan hiburan yang turunnya cukup drastis yakni sebesar 45 persen.
Dari sisi perbankan, Yusri menjelaskan, sejauh ini serapan pelaku usaha untuk kebutuhan permodalan masih cukup tinggi, sehingga kredit bisa tumbuh.
''Kalau nasional kan kontraksi, tumbuhnya negatif 2,41, di Riau, kreditnya tumbuhnya 3,8 persen,'' kata dia.
Artinya, sebut Yusri, peran kredit untuk mengungkit ekonomi Riau cukup berperan.
Perbankan, sebut Yusri, likuiditas Riau mensupport kebutuhan pembiayaan usaha di Riau.
Kita memprediski pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2021 yang akan datang akan sama dengan nasional 7,5 persen plus minus 1 persen.(R02)