Hilang Dua Hari, Pria Ditemukan dengan Tubuh Tercerai Berai, Diduga Dimangsa Harimau di Batu Teritip

Kamis, 01 Juli 2021 | 13:46:48 WIB
Harimau Sumatera/net

DUMAI (RIAUSKY.COM)- Seorang warga tewas mengenaskan dengan tubuh tidak utuh lagi di Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Kuat dugaan warga tersebut tewas karena dimangsa hewan buas Harimau Sumatera.

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau telah turun ke lokasi untuk melakukan pendampingan penanggulangan konflik Harimau Sumatera di kawasan tersebut.

Disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Riau, Suharyono , sebelumnya pada 28 Juni 2021 lalu, Balai Besar KSDA Riau menerima laporan dari bagian konservasi Sinarmas Group bernama Rudi bahwa telah terjadi konflik Harimau Sumatera di wilayah Senepis dan memohon pendampingan dari Balai Besar KSDA Riau.

"Tim Balai Besar KSDA Riau langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendampingan penanggulangan konflik Harimau Sumatera di area konsesi PT. Suntara Gajapati bersama dengan personil APP Sinarmas Group," ujar Suharyono secara tertulis, Rabu (30/6/2021) sebagaimana dilansir dari tribunpekanbaru.

Tim berkoordinasi dengan aparat desa, Kepolisian dan TNI . Diketahui korban adalah pekerja kebun yang sedang melakukan pemeliharaan kebun kelapa sawit yang tinggal di sebuah pondok kerja bersama dengan seorang rekannya.

“Berdasarkan informasi kronologis kejadian adalah pada hari Jumat, tanggal 25 Juni 2021 pukul 13.00 WIB, korban berangkat bekerja menyemprot tanaman. Namun kemudian sampai dengan tanggal 27 Juni 2021 korban tidak ada berita terkait keberadaanya,” kata Suharyono .

Dijelaskannya, pada Tanggal 29 Juni 2021, pihak kepolisian, TNI dan masyarakat, melakukan pencarian dan menemukan beberapa potongan jenazah, yaitu tengkorak, potongan tangan kanan dan bagian badan.

Berdasarkan hasil identifikasi, korban adalah laki-laki bernama Samino (53), alamat , Jalan Lintas PU RT 01 Kel. Batu Teritip Kec. Sei. Sembilan Kota Dumai.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan jasad korban oleh pihak kepolisian, korban meninggal diduga akibat serangan binatang buas Harimau Sumatera.

Lokasi penemuan jenazah termasuk dalam Kawasan Hutan Produksi yang dibebani izin konsesi HTI PT. Suntara Gajapati (Suplier kayu PT. APP Sinar Mas Group).

“Lokasi tersebut merupakan lokasi yang sudah diakses secara illegal oleh masyarakat untuk perkebunan kelapa sawit,” kata Suharyono lagi.

Kawasan konservasi terdekat dari lokasi ini adalah Taman Wisata Alam Sungai Dumai dengan jarak tempuh lebih kurang lima jam perjalanan darat.

“Lanscape Sinepis merupakan salah satu kantong habitat penting Harimau Sumatera di Riau,” ujarnya.

Dilanjutkan Suharyono, upaya saat ini yang dilakukan oleh BBKSDA Riau bersama dengan APP Sinarmas Group, Pihak Kepolisian, TNI dan Aparat Desa adalah melakukan identifikasi lokasi kejadian, melakukan pemasangan kamera trap untuk mengetahui individu dan perilaku harimau, menjenguk keluarga korban dan menyerahkan uang duka serta melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Sebagai tindak lanjut, kami akan memanggil dan berkomunikasi dengan pihak perusahaan PT. Suntara Gajapati (APP Sinarmas Group) serta pihak lain yang berkepentingan, untuk meminta informasi dan keterangan terkait pengelolaan habitat spesies Harimau Sumatera di Landscape Sinepis dan secepatnya mengambil langkah-langkah termasuk kemungkinan melakukan evakuasi Harimau Sumatera tersebut, agar masyarakat tidak resah dan dapat beraktivitas kembali secara normal,” jelas Suharyono.

Ia juga menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi dan menghimbau agar warga melaporkan ke pihak yang berwenang baik itu perangkat desa, Babinsa, Polres atau Polsek terdekat apabila dijumpai kemunculan satwa liar.

Suharyono menegaskan agar warga tidak bertindak anarkis terhadap satwa liar yang dilindungi karena tindakan tersebut justru sangat beresiko dan berbahaya bagi keselamatan warga itu sendiri.(R03)

Sumber Berita: tribunpekanbaru

Terkini