JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Koordinator Perekonomian Airlanga Hartarto memimpin pelaksanaan Rapat Koordionasi (Rakor) Evaluasi PPKM dan Penanganan Covid-19 di luar Jawa Bali, Sabtu (21/8/2021).
Dalam rapat koordinasi tersebut, Menko Airlangga mengungkapkan sejumlah kondisi yang terjadi sepanjang pelaksanaan PPKM yang berlangsung 9 hingga 20 Agustus lalu.
Saat ini, kata Airlangga, kasus aktif nasional sebanyak 327.286 kasus, distribusi Jawa Bali sebanyak 47 persen dan di luar Jawa Bali sebanyak 53 persen.
Selama PPKM 9-20 Agustus 2021, kasus aktif di luar Jawa Bali mengalami penurunan.
Yang mana penurunan tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni sebesar -36.96 persen.
"Kasus aktif selama bulan Agustus sudah turun -27,03 persen," ungkapnya.
Adapun perkembangan level asesmen kabupaten dan kota di luar Jawa Bali, pada level IV ada penurunan 105 kabupaten/kota dari sebelumnya 132, di level III ada kenaikan 232 kabupaten/kota dari sebelumnya 215, level II 48 kabupaten/kota dari sebelumnya 39 dan level terdapat 1 kabupaten/kota.
Diungkapkannya bahwa 11 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali, terjadi penurunan level asesmen (PPKM) dari periode 9-23 Agustus berdasarkan data asesmen 19 Agustus 2021.
"Seperti di Barito Kuala, Bengkulu Utara, Ende, Lampung Barat, Lampung Selatan, Rokan Hulu, Siak, Sikka, Tulang Bawang Barat, Kota Dumai dan Merangin," sebutnya.
Menko Airlangga Hartarto menuturkan, untuk perpanjangan atau perubahan evaluasi penerapan PPKM kabupaten dan kota di luar Jawa Bali hingga saat ini masih menunggu arahan dari Presiden RI Joko Widodo.
Dimana pengumuman nantinya akan disampaikan pada Senin (23/8/2021) mendatang.(R02/mcr)