SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Dunia pendidikan, tidak dibatasi oleh apapun jenis kecacatan dalam diri siswa. Kemauan dan kemampuan adalah hal yang perlu dilatih dalam mencapai target pembelajaran. Seperti yang dilakukan di SLB Sekar Meranti Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti pelajari olahraga Bocce.
SLB Sekar Meranti juga mendapat perhatian dari Organisasi Special Olympics Indonesia (SOIna) Riau. Pembicara dari SOIna Perwakilan Riau, Arif Prawira MPd didampingi Adi Romadona SPd, Sabtu (19/3/2016) pagi mensosialisasikan olahraga Bocce ke sekolah tersebut.
Kegiatan dihadiri jajaran Pengurus Cabang (Pengcab) SOIna Kepulauan Meranti, CunCun Sag selaku sekretaris yang didampingi Syarifah Zumah. Kepala SLB Sekar Meranti, Syafrizal, Kepala UPTD Rangsang Barat, Sejumlah majelis guru, serta siswa dan orang tua siswa.
Dalam kesempatan itu, Adi Romadona menjelaskan bahwa untuk Indonesia, atlit-atlit penyandang tunagrahita ini bergabung dalam Special Olympic Indonesia (SOIna). Tentu, untuk dapat menjadi atlit special olympic latihan olahraga ini harus dilakukan secara teratur dan di bawah bimbingan pelatih profesional.
Ia juga mejelaskan tentang SOIna dan olahraga yang digaungi SOIna, salah satu diantaranya yakni Bocce. SOIna merupakan satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari SOI (Special Olympics International) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi komunitas tuna grahita di Indonesia dengan IQ di bawah 70-75.
"Di Riau khususnya, SOIna ini sudah mulai berkembang di 5 Kabupaten/Kota. diantaranya Bengkalis, Meranti, Pelalawan, Pekanbaru dan Rohul," katanya.
Dijelaskannya, Organisasi SOIna ini menggaungi 7 bidang olahraga, yakni Bulu Tangkis, Tenis Meja, Basket, Sepak Bola, Atletik, Renang, dan Bocce. Khususnya Bocce, katanya, ini merupakan sosialisasi yang pertama kalinya dilakukan di Kabupaten Bungsu di Riau itu.
"Harapan kita, kedepan Kepulauan Meranti bisa menyumbangkan bibit unggul untuk Provinsi Riau, salah satunya mungkin dibidang olahraga Bocce ini," harap dia yang juga turut menyumbangkan 1 set Bocce untuk SLB Sekar Meranti yakni 8 Bocce (4 bola warna kuning dan 4 bola warna hijau) serta 1 Pallina (bola bewarna putih).
Sementara itu, Kepala SLB Sekar Meranti, Syafrizal, mengaku sangat senang adanya perhatian dari Organisasi SOIna terhadap tuna grahita yang ada di Kepulauan Meranti khususnya di SLB Sekar Meranti.
Diakuinya, sebelumnya di Sekolah yang dikelola olehnya itu memang telah menerapkan olahraga Bocce bagi anak-anak tuna grahita. Namun, dalam latihan di sekolahnya hanya bisa mengandalkan bola biasa, seperti bola kaki atau bola volly sebagai Bocce.
"Semoga dengan adanya peralatan Bocce yang diberikan, anak-anak di SLB Sekar Meranti ini bisa lebih semangat lagi. Karena menurut penilaian saya, anak-anak di sini mempunyai bakat. Hanya saja, bagaimana kita bisa menggali bakat-bakat tersebut," harapnya.(R16)