Apkasindo Inhu Laporkan Sejumlah PKS ke Polda Riau

Jumat, 06 Mei 2022 | 15:37:33 WIB
Penyerahan laporan resmi di polda riau Jumat ( 6/5) oleh Ketua Apkasindo Inhu Emy Rosyadi Sp didampingi Penasehat Hukum Justin Panjaitan SH MH dan Ketua LAM inhu Marwan Mr.beserta sejumlah petani dan pengurus Apkasindo.a.

RENGAT (RIAUSKY.COM)- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Indragiri Hulu resmi melaporkan sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Inhu  terkait pembelian tandan buah segar (TBS) dengan harga di bawah penetapan pemerintah pada periode  24-30 April 2022 lalu.

Laporan tersebut disampaikan tim kuasa hukum Apkasindo Inhu ke  Reskrimsus Polda Riau pada Jumat (6/5/2022).

Hal tersebut diungkapkan Ketua Apkasindo Inhu, Emi Rosyadi SP kepada riausky.com, Jumat (6/5/2022). 

Emi Rosyadi menjelaskan, penurunan harga TBS petani itu  dilakukan tanpa berdasarkan harga ketetapan yang di tetapkan oleh pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Riau. 

“Seyogyanya semua Pabrik PKS Patuh terhadap Pergub Nomor 77 Tahun 2020 (turunan Permentan 01 2018), tentang Tata niaga TBS, tapi kenyataannya harga TBS kami malah hanya dihargai 30% dari harga yang ditetapkan oleh Disbun Riau,''ungkap Emi.

Dia menjelaskan,''Kesabaran kami sudah habis, dan hari ini kami melaporkan secara resmi 5 PKS ke Polda Riau, dan menyusul 18 PKS lagi,” ungkap Emi via selulernya.

Lebih lanjut, Emi Rosyadi menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan dan keluhan para petani sawit di Inhu bahwa harga TBS mereka anjlok jauh dan potongan timbangan naik sampai 15% di PKS.

”Laporan ini sudah berlangsung sejak 23 April lalu, namun kami terlebih dahulu melakukan telaah di lapangan dan berkoordinasi ke DPW Apkasindo Riau,” ujar Justin.

Bila di kaji dari harga penjualan TBS sebelum tanggal 22 April rata-rata masih Rp3.500-Ro.3.950/kg, sejak tanggal 23 April langsung ambruk hanya dihargai  Rp1.000-an per Kg, ini tidak manusiawi, padahal harga CPO dunia sedang melambung Rp.24.500/kg,” tegas Emi.

''Situasi saat penurunan harga secara sepihak itu terjadi hampir merata di tiap pabrik-pabrik PKS yang ada di Inhu,''ungkapnya.

”Sementara dalam pengamatan kami bersama, bahwa harga TBS yang di tetapkan oleh pemerintah dengan berbagai indikator, tidak pernah turun, masih di atas Rp.3000/kg. Kami percaya dengan pemerintah, dalam hal ini Disbun Riau. Ya kalau katanya turun ya kami terima, kan ini tidak turun, masak kami diam saja,''tutur Emi Rosyadi. 

Perlu diketahui sebagai catatan harga TBS yang ditetapkan Disbun Riau Periode 27 April-10 Mei adalah Rp.3.919/Kg.

''Oleh sebab itu untuk tindakan kami ini, sebelumnya kami sudah kordinasi ke Ketua DPW Apkasindo Riau, KH Suher,'' lanjut Emi menjelaskan.

Berdasarkan rangkuman yang di dapat saat KH Suher dihubungi mengatakan bahwa memang benar DPD Apkasindo Inhu  melaporkan PKS-PKS di Inhu. “Kami sudah kordinasi,” ujar KH Suher ketika dihubungi via telepon.

Selanjutnya, KH Suher menjelaskan, memang sudah dievalusi juga oleh Apkasindo Riau, PKS-PKS di Inhu  membeli TBS Petani, terkhusus yang Petani Swadaya. Demikian juga RAM (Pedagang Pengumpul), semua menurunkan harga TBS petani.

Oleh karenanya Suher mohon kepada semua PKS-PKS di Inhu, Riau pada umumnya, untuk melakukan pembelian TBS petani secara proporsional dan jangan sepihak. 

“Kami petani sawit jangan dijadikan tumbal untuk keuntungan berlebih, ini sudah merampok namanya,” tuturnya.

Maka Mohon juga ke Bapak Kapolda Riau, untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut, ini untuk meredam kemarahan petani sawit, terkhusus di Riau, meskipun  kami mengetahui bahwa ini berlaku juga di provinsi lain,'' harapnya.(R04)

Terkini