Aksi Siswa MI Ibnu Taimiyah Belajar Menjadi Petani Cilik di Perpustakaan Tenas Effendy

Rabu, 09 Oktober 2024 | 11:37:40 WIB
Para siswa MI Ibnu Taimiyah saat kunjungan ke Perpustakaan Tenas Effendy.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Ilmu tidak hanya bisa didapatkan dengan membaca. Mempraktikkannya dalam aktivitas keseharian ternyata juga membantu untuk mempercepat proses pemahaman kepada para siswa.

Itu juga kiranya yang dilakukan oleh para murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ibnu Taimiyah saat mempelajari cara bertani .

Dalam sebuah inisiatif yang kreatif dan ramah lingkungan, siswa-siswi MI Ibnu Taimiyah tidak hanya belajar membaca dan menulis. Di perpustakaan, mereka juga belajar  bagaimana caranya untuk bisa menjadi petani cilik.

Para siswa serius tapi santai mengikuti pembelajaran bertani untuk menanam cabai.

Mereka yang masih berusia belia dirangsang untuk mengenal dunia pertanian lewat  program LiteraTour dengan menanam cabai langsung di area perpustakaan, menggunakan media tanam dari gelas plastik bekas.

Kegiatan digelar di Perpustakaan Tenas Effendy Kota Pekanbaru ini bertujuan untuk menanamkan minat baca pada anak-anak sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan memanfaatkan gelas plastik bekas sebagai pot, siswa diajak untuk mengurangi sampah plastik dan mendaur ulang barang-barang bekas.

Pustakawan mendampingi sembari berbagi ilmu.

“Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan barang bekas. Ini juga sebagai contoh nyata bagi mereka, bagaimana pengelolaan sampah yang baik,” ujar Kepala Dispusip Kota Pekanbaru, Hj. Erna Juita, S.H., M.Si.

Para siswa tetap senang dan bergembira saat belajar di perpustakaan.

Sebelum memulai penanaman, para siswa diajak untuk mendengarkan presentasi menarik dari petugas perpustakaan mengenai manfaat cabai yang bersumber dari buku “Hujan Rejeki dan Budidaya Cabai” karya Ulin Nuha.

Dengan bahasa yang sederhana dan menyenangkan, petugas menjelaskan berbagai kandungan gizi yang terdapat dalam cabai. Untuk membuat suasana lebih interaktif, petugas juga memberikan kuis dengan hadiah menarik bagi siswa yang dapat menyebutkan manfaat cabai dengan benar.

Pustakawan mendampingi para siswa untuk praktik menanam cabai menggunakan media sederhana.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak sekolah dan perpustakaan yang terinspirasi untuk mengadakan kegiatan serupa. Dengan cara yang kreatif dan inovatif, minat baca anak-anak dapat terus ditingkatkan, sekaligus menanamkan nilai-nilai lingkungan sejak dini,” tutupnya.

Para siswa pun sepertinya sangat menikmati proses belajar bertani yang dilakukan dengan pola Litera Toer ini.Bahkan banyak di antara mereka yang akhirnya malah berkeinginan untuk bisa bertani dan bercocok tanam di rumah atau di pekarangan masing-masing berbekal pengalaman yang didapatkan.(Adv)

Terkini