PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengungkapkan di tengah kendala fiskal yang dialami oleh banyak kepala daerah di Tanah Air, Pemerintah Kota Pekanbaru berhasil mengalami surplus anggaran.
Tak kurang dari Rp100 miliar anggaran pemerintah kota berhasil dihemat dan menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada tahun 2025 ini.
Itu diungkapkan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho saat memimpin pelaksanaan Refleksi Akhir Tahun serta Silaturahmi Wali Kota Pekanbaru Bersama Media yang dilaksanakan di aula lantai 6 Kantor Wali Kota di Bandar Raya Tenayan, Rabu (31/12/2025).
Dikatakan Agung, kendala apa yang dialami daerah lain, Pekanbaru juga mengalaminya. Hanya saja, ada beberapa langkah yang dilakukan sehingga bisa menjaga ketercukupan fiskal bagi pemerintah Kota Pekanbaru.
Selain menggenjot realisasi PAD sebesar Rp1,1 triliun, atau mengalami kenaikan berkisar Rp300 miliar, Pemko Pekanbaru juga melakukan beberapa langkah penghematan. Salah satunya adalah lewat pengetatan penggunaan anggaran untuk perjalanan dinas pimpinan dan pegawai di seluruh OPD maupun dengan tidak memaksakan diri untuk melaksanakan kegiatan kecil-kecil pada akhir tahun.
''Tren di Indonesia, TKD (transfer Keuangan Daerah) yang berkurang. Kami di Pekanbaru dikurangi Rp433 miliar. Ketika orang sibuk mengurangi TPP, kita membayarkan TPP 14 bulan tetap. di Tempat lain, sibuk untuk menaikkan pajak, kita malah menurunkan hingga 70 persen,''ungkap Agung.
Lantas dari mana sumber keuangannya? Agung menjelaskan kalau sumber keuangan tersebut dilakukan dengan melakukan penghematan.
''Untuk pegawai berangkat keluar kota, izin SPPD nya baik dari eselon 2, 3 dan 4 maupun staf izinnya melalui wali kota, jadi agak berkurang yang berangkat,'' kata dia.
Dan dampaknya, sebut Agung, ''Pemko berhasil 'menyelamatkan' anggaran tak kurang dari Rp40 miliar kemarin,'' kata dia.
Tak hanya itu, ''Dari kegiatan kecil-kecil, yang katanya akhir tahun harus dilaksanakan, kalau nggak sayang duitnya,'' jelas Agung dalam acara yang juga dihadiri seluruh pimpinan OPD.
''Ndak ada kata sayang, tak dilaksanakan akhir tahun, bisa dipakai tahun depan,'' tegas dia.
''Tahu nggak Silpa kita tahun ini berapa, Rp100 miliar lebih. Gara-gara apa? gara-gara itu tadi,'' ungkap Agung.
''Sisa anggaran yang tidak digunakan itu, saat ini menjadi Silpa, dan itu bisa digunakan untuk pelaksanaan kegiatan di tahun depan,'' kata Agung.(R04)