Plt Gubri Pimpin Apel Satgas Anti-Narkoba Riau, Tegaskan Penindakan dan Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 25 April 2026 | 15:52:31 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Plt Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto, memimpin langsung apel kesiapan satuan tugas (Satgas) Anti-Narkoba Provinsi Riau. Kegiatan ini dilaksanakan bersama jajaran forkopimda di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (25/04/2026).

Dikatakan Plt Gubri SF Hariyanto, bahwa momentum pagi ini penting dilakukan dalam rangka mengonsolidasikan kekuatan lintas sektor. Kolaborasi tersebut mampu memperkuat upaya pencegahan sekaligus penindakan secara terpadu di seluruh wilayah Bumi Lancang Kuning.

Terlebih dengan posisi geografis yang strategis, Riau dinilai rentan menjadi jalur peredaran narkoba lintas daerah hingga lintas negara. Oleh karena itu, pendekatan yang terukur, cepat, dan terintegrasi menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran barang haram.

“Peredaran narkoba sangat bahaya, bisa melalui lintas daerah hingga lintas negara. Oleh karena itu, upaya kita harus luar biasa melalui pembentukan Satgas Anti-Narkoba Provinsi Riau,” katanya.

Dijelaskan, pemerintah mengedepankan konsolidasi kekuatan dari berbagai pihak. Satgas ini dirancang untuk menjadi wadah integrasi berbagai elemen, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga masyarakat.

Plt Gubri SF Hariyanto menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya sebatas seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata yang tegas dan terukur. Hal ini penting agar upaya pemberantasan narkoba benar-benar memberikan dampak signifikan.

Satu diantara langkah yang akan dilakukan adalah penindakan hukum secara tegas tanpa kompromi terhadap jaringan pengedar. Ia menilai, tindakan represif yang kuat diperlukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

"Langkah-langkahnya yaitu, melakukan penindakan hukum yang tegas tanpa kompromi terhadap jaringan pengedar. Pemetaan dan pengawasan wilayah rawan, terutama jalur-jalur yang berpotensi menjadi pintu masuk," jelasnya.

Selain itu, Satgas Anti-Narkoba dapat melakukan pemetaan dan pengawasan wilayah rawan. Fokus utama diarahkan pada jalur-jalur yang berpotensi menjadi pintu masuk peredaran narkoba, baik melalui darat, laut, maupun jalur tidak resmi lainnya.

Upaya lain yang menjadi prioritas adalah pemutusan rantai distribusi hingga ke akar jaringan. Pendekatan ini dinilai penting agar peredaran narkoba tidak hanya ditangani di permukaan, tetapi juga menyasar aktor utama di balik jaringan tersebut.

Di sisi pencegahan, pemerintah juga akan memperkuat peran masyarakat. Edukasi, deteksi dini, serta pelibatan aktif berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang.

Plt Gubri SF Hariyanto menilai bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak. Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Penguatan pencegahan berbasis masyarakat melalui edukasi, deteksi dini dan pelibatan semua elemen menjadi langkah penting yang harus kita jalankan bersama,” terangnya.

Lebih lanjut, Plt Gubri berharap Satgas Anti-Narkoba bukan sekadar simbol atau formalitas semata. Satgas ini harus menjadi alat gerak bersama yang mampu bekerja cepat dan tepat sasaran.

Dengan sistem kerja yang terintegrasi, diharapkan setiap langkah yang diambil dapat saling mendukung dan memperkuat satu sama lain. Hal ini akan meningkatkan efektivitas dalam menekan angka peredaran narkoba di Riau.

“Artinya satgas ini bukan simbol, ini adalah alat gerak bersama yang bekerja cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran." pungkasnya.

Terkini