PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Upaya pemberantasan narkoba di Provinsi Riau terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan TNI dan Polri. Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Narkoba menjadi langkah konkret dalam menghadapi ancaman serius yang dinilai dapat merusak generasi bangsa.
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, mengatakan bahwa pembentukan satgas bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen bersama dalam memerangi narkoba hingga ke akar. Ia menilai bahwa kejahatan narkoba memiliki dampak luas yang tidak hanya menyasar individu, tetapi juga masa depan bangsa.
"Pembentukan satgas Anti-Narkoba adalah sebuah wujud nyata komitmen kita semua, tidak hanya stakeholder, tetapi seluruh masyarakat. Karena kejahatan narkoba ini bisa memusnahkan generasi," katanya di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (25/04).
Dijelaskan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi hal positif yang diperlukan. Lebih lanjut, Pangdam XIX Mayjen TNI Agus Hadi mengaku terinspirasi dengan semangat yang disampaikan Kapolda Riau dalam menjadikan momentum ini sebagai peringatan bagi semua pihak untuk bergerak bersama.
"Jadi saya sangat apresiasi dan sangat terinspirasi, wake up call seperti yang disampaikan oleh Pak Kapolda untuk kita semua bergerak di sendi-sendi kehidupan masyarakat. Sehimgga, sama-sama kita memberantas narkoba ini. Say no to drugs, say yes to life," jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, mengungkapkan langkah strategis selanjutnya adalah mendorong terbentuknya kampung-kampung tangguh atau kampung bersinar sebagai basis pencegahan di tingkat masyarakat.
Menurutnya, pendekatan berbasis ini akan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh narkoba. Karena, setiap daerah diharapkan mampu mengimplementasikan program serupa secara serentak.
"Kemudian, tolak ukur selanjutnya kita akan membuat kampung-kampung tangguh atau kampung bersinar. Tentunya yang dikedepankan adalah dari badan narkotika provinsi. Lalu bagaimana seluruh kabupaten/kota itu juga bergerak sentrak untuk bisa melakukan hal yang sama seperti ini," ungkapnya.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry juga menekankan pentingnya nilai strategis dari gerakan tersebut dalam menekan angka penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi tantangan di Riau. Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara seimbang antara pencegahan dan penindakan hukum. Hal ini penting agar efek jera dapat tercipta tanpa mengabaikan aspek edukasi masyarakat.
"Kita harapkan ini memiliki nilai yang sangat strategis agar bisa menekan angka-angka penyalahgunaan narkoba yang ada di provinsi Riau. Sehingga, bisa memberantas narkoba dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan terukur." pungkasnya.
Listrik Indonesia

