PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Muliardi menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat bagi seluruh peserta didik, khususnya di lingkungan pendidikan keagamaan dan pondok pesantren.
Hal tersebut disampaikan Muliardi, Rabu (6/5/2026), menanggapi maraknya informasi dan pemberitaan hoaks terkait kasus kekerasan di pondok pesantren yang beredar di media sosial.
“Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan harus menjadi contoh masyarakat yang ideal,” tegas Muliardi.
Ia menjelaskan, Kementerian Agama terus melakukan penguatan regulasi dan mekanisme pembinaan pada satuan pendidikan keagamaan guna memastikan terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan nyaman bagi para santri maupun peserta didik.
“Kementerian Agama sudah memperkuat regulasi dan mekanisme pembinaan di satuan pendidikan keagamaan, yang akan mengawasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pondok pesantren dan mencegah penyimpangan-penyimpangan yang terjadi,” ujarnya.
Muliardi juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan teliti dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama informasi yang belum terverifikasi kebenarannya dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya literasi digital serta sikap cerdas dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau provokatif.
“Mari menjadi pemutus rantai hoaks dengan saring sebelum sharing. Cerdas bermedia sosial adalah cara kita menjaga kedamaian untuk sesama,” ajaknya.
Menurutnya, pondok pesantren selama ini telah banyak memberikan kontribusi positif dalam pembinaan akhlak, pendidikan keagamaan, serta pembangunan karakter generasi muda. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama menjaga marwah dan citra lembaga pendidikan keagamaan dengan tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.(R05)