Direktur Bapanas Pantau Harga Minyakita di Dua Pasar di Pekanbaru

Senin, 11 Mei 2026 | 12:04:38 WIB
Direktur Ketersediaan Pangan Indra Wijayanto melakukan peninjuan ketersediaan dan harga Minyakita di Pasar Pagi Arengka, Senin (11/5/2026) pagi tadi.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Indra Wijayanto dibuat meradang ketika mendapati harga minyak goreng Minyakita dijual Rp20.000 per liter.

Saat turun memantau ketersediaan Minyakita di dua pasar di Kota Pekanbaru, masing-masing di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa.

Di kedua pasar tersebut, Direktur Ketersediaan Pangan Indra Wijayanto turun bersama Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Adrizal, Kadis Perindag Yulianis, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Riau Kepii Dani Satrio, Kabid Pangan DPTPH Provinsi Riau, Wiwik Suryani juga jajaran Disperindag Provinsi Riau.

Indra menemukan pedagang yang menjual Minyakita seharga Rp20.000 per liter. Dari sana, dia menelusuri dari mana asal Minyakita tersebut, hingga diketahui kalau itu didapatkan dari pedagang yang juga menjual di Pasar Pagi Arengka.

Indra membeli Minyakita itu dan meminta pedagang menunjukkan kios yang mana yang menjual Minyakita di atas harga HET Rp15.700.

Salah seorang pedagang mengaku kalau dia menjual Minyakita di atas HET Rp15.700 hanya pada bulan lalu. Untuk saat ini, pedagang tersebut mengaku kalau dia menjual Rp15.700.

Tak hanya di satu tempat, Direktur Ketersediaan Indra Wijayanto juga mendapati pedagang lain yang menjual Minyakita di atas HET.  Pedagang tersebut mengaku kalau Minyakita tersebut bukan milik Perum Bulog, melainkan dibeli dari kanvaser (reseller) Minyakita lainnya.

Saat ditanyai dimana bisa menemukan Kanvaser tersebut, pedagang tersebut mengaku tidak mengenalnya, karena hanya ditawarkan dengan harga tertentu.

Pada saat itu, Tim Satgas Harga Pangan dari Direskrimsus Polda Riau langsung mengingatkan pedagang di pasar untuk tidak menjual Minyakita di atas harga eceran tertinggi yang sudah ditentukan pemerintah.

Satgas juga meminta pedagang di kedua pasar tersebut untuk tidak membeli Minyakita yang dijual dengan harga di atas HET. Dan melaporkan bila menemukan ada pihak yang menjual di atas harga tersebut.

Pada kesempatan itu, Indra juga sempat menanyakan kepada salah seorang pedagang yang menjadi mintra Bulog  tentang jumlah penjualan yang bisa dilakukan dalam satu hari untuk Minyakita bila diecer.

Pedagang tersebut mengungkapkan kalau mereka hanya bisa menjual sekitar 4-6 liter per hari normalnya.

''Artinya, kalau per bulan, jatah 30 kardus dari Bulog tidak habiskan?'' tanya Indra kepada pedagang tersebut.

Karena itulah, sebut Indra, dia tidak yakin kalau Minyakita di Riau itu stoknya kosong. ''Minyakita itu banyak, cuma ada yang memanfaatkan situasi ini untuk menjual di atas HET. Dan ada juga yang menjual tidak sesuai aturan, dimana kios di pasar harusnya tidak menjual lagi kepada pedagang lain,''ungkap Indra.

Dari Pasar Pagi Arengka, Direktur Bapanas yang turun bersama Satuan Tugas Pangan bergerak ke Pasar Dupa.

Di sana, mereka juga menemukan pedagang yang menjual Minyakita di atas HET.

Salah seorang pedagang mengungkapkan  dia menjual Minyakita kemasan 1 liter seharga HET yang sudah ditentukan Bulog. Namun, untuk yang dua liter dia mengaku menjualnya berbeda.

Dari sana akhirnya terungkap kalau pedagang juga menampung Minyakita dari reseller lainnya yang disebutkan ada di Kubang, Siak Hulu.

Indra selepas peninjuan membantah kalau Minyakita di Pekanbaru kosong.

''Kita lihat sendiri, Minyakita ada dan melimpah di Pekanbaru. Hanya saja, memang ada yang menjual di atas HET. Setelah kita telusuri, ternyata mereka ada yang mendapatkan dari penjual selain Bulog,''ungkap Indra.

Pihaknya juga mengimbau agar pedagang mematuhi ketentuan yang telah disepakati bersama Bulog tentang HET Minyakita.

Salain itu, Indra juga meminta Perum Bulog untuk mempertimbangkan untuk membuka alokasi pengusulan untuk penjualan Minyakita di pasar tradisional untuk memastikan stabilisasi harga di tingkat pedagang.

Selain itu, Indra juga mengungkapkan perihal penegakan sanksi terhadap pedagang yang menjadi mitra Bulog untuk diberikan teguran.

''Kemarin kan kabarnya sudah ada tiga yang diberi teguran. Hari ini kita beri teguran lagi. Kalau masih ditemukan lagi, kita akan evaluasi untuk ke depannya tidak lagi diberikan alokasi menjual Minyakita,'' kata dia.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Adrizal mengapresiasi pemantauan yang dilakukan oleh Direktur Bapanas terkait dengan Minyakita. 

Dari pantauan di lapangan, sebut Adrizal, pasokan Minyakita di Pekanbaru cukup. Dan dia berharap, ketersediaan dan harga  Minyakita di pasar-pasar di Kota Pekanbaru akan kembali normal.

Dia juga mengaimbau masyarakat untuk membeli secukupnya untuk kebutuhan pangan keluarga. Karena pada sejatinya, di Pekanbaru, ketersediaan untuk bahan pangan juga stabil.(R04)

Terkini