PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM)- Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Pelalawan menggelar Musyawarah Daerah III di SD Negeri 008 Pangkalan Kerinci, Senin (8/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Guru Pendidikan Agama Islam se-Kabupaten Pelalawan dalam memperkuat peran organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta merumuskan arah kebijakan AGPAII untuk masa bakti 2025–2030.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan yang diwakili oleh Kasi Pendidikan, Abdul Wahid. Hadir pula Pengawas PAI Kabupaten Pelalawan, Syufinah, perwakilan berbagai unsur pendidikan di Kabupaten Pelalawan, serta seluruh Dewan Pengurus Cabang AGPAII se-Kabupaten Pelalawan.
Mengusung tema “Transformasi Guru PAI dalam Membentuk Karakter Murid Menuju Indonesia Emas 2045”, Musda III DPD AGPAII Kabupaten Pelalawan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga ruang refleksi bersama tentang pentingnya peran Guru PAI dalam membangun karakter peserta didik di tengah perubahan zaman.
Dalam sambutannya, Abdul Wahid menyampaikan bahwa Guru PAI memegang peran strategis dalam membentuk generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, moral, dan sosial.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini menuntut Guru PAI untuk terus bertransformasi, baik dalam penguasaan teknologi, inovasi pembelajaran, maupun dalam memberikan keteladanan kepada peserta didik.
“Guru PAI harus mampu menjadi teladan dalam membentuk karakter murid yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta siap menghadapi dinamika perkembangan zaman,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya komitmen pengurus dalam menggerakkan organisasi secara aktif dan berkelanjutan. Abdul Wahid berpesan agar para pengurus tidak menjadikan organisasi sebagai kegiatan sampingan semata, tetapi sebagai ruang pengabdian yang membutuhkan kesungguhan.
“Luangkan waktu untuk organisasi, bukan berorganisasi di waktu luang,” pesannya.
Musda III ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja kepengurusan sebelumnya. Selain itu, forum ini dimanfaatkan untuk menyusun strategi dan program kerja baru yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan Islam di Kabupaten Pelalawan.
Berbagai rekomendasi strategis turut dirumuskan dalam kegiatan tersebut, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam, penguatan kompetensi Guru PAI, serta peningkatan sinergi antara AGPAII dengan Kantor Kementerian Agama, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Musda III DPD AGPAII Kabupaten Pelalawan diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga menjadi titik awal penguatan gerakan kolektif Guru PAI dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.
Melalui kepengurusan dan program kerja yang dirumuskan untuk masa bakti 2025–2030, AGPAII diharapkan mampu menghadirkan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, serta membangun sinergi yang lebih erat dengan Kementerian Agama, pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dengan semangat kebersamaan, profesionalitas, dan integritas, Guru PAI Kabupaten Pelalawan diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.(R09)