KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Menyelamatkan generasi muda bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Ia adalah perjalanan panjang yang menuntut kesabaran, keteguhan, dan keberanian untuk terus bergerak, bahkan ketika hasilnya belum sepenuhnya tampak.
Semangat itulah yang terus dihidupkan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar sejak kepengurusannya dilantik oleh Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., pada 28 April 2025. Di balik berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, tersimpan satu tekad yang sama: jangan sampai masa depan anak-anak Kampar direnggut oleh penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Bagi BNK Kampar, perang melawan narkoba bukan semata-mata tugas sebuah lembaga. Ini adalah panggilan kemanusiaan. Sebab setiap anak yang berhasil dijauhkan dari narkoba berarti satu harapan keluarga yang tetap terjaga, satu cita-cita yang masih memiliki kesempatan untuk diwujudkan, dan satu masa depan daerah yang masih dapat diselamatkan.
Karena itulah langkah-langkah pencegahan terus diperluas. Sosialisasi tidak lagi hanya menyasar peserta didik di sekolah, tetapi juga menjangkau masyarakat, aparatur pemerintah, hingga kalangan dunia usaha. Kesadaran dibangun bukan dengan rasa takut, melainkan melalui pemahaman bahwa menjaga generasi muda merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua Pelaksana Harian BNK Kampar, AKBP (Purn.) Abdul Kadir, S.H., M.H., pada Rabu (22/7/2026), menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., atas komitmen dan dukungan yang diberikan terhadap upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Kampar.
Menurut Abdul Kadir, dukungan tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda. Baginya, narkoba bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan kemanusiaan yang menyangkut masa depan daerah.
Kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Kampar menjadi energi bagi BNK untuk terus bergerak. Di bawah kepemimpinan Ketua BNK Kampar yang juga Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., berbagai program pencegahan terus dijalankan secara berkesinambungan. Edukasi hadir di ruang-ruang kelas, kantor pemerintahan, lingkungan masyarakat, hingga perusahaan-perusahaan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan sosial terhadap ancaman narkoba.
Langkah tersebut semakin diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, serta Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kampar. Sinergi ini menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dimenangkan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Tidak berhenti di sana, BNK Kampar juga menggagas kegiatan parenting yang melibatkan para orang tua. Sebab benteng pertama bagi seorang anak bukanlah sekolah ataupun lingkungan, melainkan keluarga. Dari rumah yang penuh perhatian, pengawasan, dan kasih sayang, lahirlah generasi yang lebih tangguh menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Salah satu langkah strategis yang patut diapresiasi adalah dimasukkannya materi bahaya penyalahgunaan narkoba ke dalam kegiatan kokurikuler pada satuan pendidikan SD kelas tinggi dan SMP mulai Tahun Ajaran 2026/2027. Kebijakan yang didukung penuh oleh Bupati Kampar ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun karakter peserta didik sejak dini.
"Upaya itu kita laksanakan demi menyelamatkan generasi muda Kampar menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, dan berprestasi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Abdul Kadir.
Pada akhirnya, perjuangan melawan narkoba bukanlah sekadar menggugurkan program kerja atau memenuhi target tahunan. Perjuangan itu adalah ikhtiar menjaga harapan. Sebab ketika satu anak berhasil diselamatkan dari jerat narkoba, sesungguhnya satu keluarga telah diselamatkan. Dan ketika ribuan anak Kampar tumbuh sehat, berkarakter, serta bebas dari narkoba, di situlah masa depan Kabupaten Kampar sedang dibangun, sedikit demi sedikit, dengan kerja nyata yang tidak pernah berhenti.