Data Pemerintah Rohil Jadi Sorotan, 31 Aparatur Diuji Hadapi Ancaman Siber

Jumat, 04 September 2026 | 10:32:08 WIB

BAGANSIAPIAPI (RIAUSKY.COM)- Sebanyak 31 aparatur Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diuji menghadapi ancaman siber melalui Bimtek Cyber Security Drill Test pada Kamis (3/9/2026) di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, untuk memperkuat keamanan data dan sistem informasi pemerintah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem pemerintahan digital yang tidak hanya cepat dan terintegrasi, tetapi juga memiliki sistem perlindungan terhadap data, informasi, jaringan, serta akses digital yang memadai.

Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Hj. Fatmawati, SKM., M.Si., menekankan bahwa transformasi digital pemerintahan harus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan informasi.

Menurut dia, konektivitas digital telah membuat proses pertukaran informasi antarsistem pemerintahan menjadi semakin cepat. Namun, kondisi tersebut sekaligus menciptakan ruang risiko yang harus diantisipasi secara sistematis.

"Kita tentu ingin pelayanan pemerintahan semakin cepat dan semakin banyak menggunakan sistem digital. Tetapi di sisi lain, keamanan informasi juga harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai kemudahan dan kecepatan dalam menggunakan teknologi justru membuka celah terhadap data dan informasi yang kita miliki," ujar Fatmawati dalam sambutan mewakili Bupati Rokan Hilir.

Ia mengatakan, keamanan informasi bukan semata-mata persoalan perangkat teknologi atau jaringan komputer. Faktor sumber daya manusia juga memiliki posisi yang sangat menentukan karena setiap aparatur yang menggunakan sistem digital pada dasarnya menjadi bagian dari rantai keamanan informasi pemerintah.

"Karena itu, pemahaman aparatur menjadi sangat penting. Kita harus mengetahui bagaimana menjaga akun, kata sandi, data, perangkat, serta informasi yang kita kelola. Keamanan sistem bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas IT, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.

Dalam sambutannya, Fatmawati menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola komunikasi dan pertukaran data dalam pemerintahan.

Gambar Utama
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Rokan Hilir, Hj. Fatmawati  memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Bimtek Cyber Security Drill Test di Bagansiapiapi. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kapasitas aparatur dalam menjaga keamanan data pemerintah di era digital.(Foto: Amrial, Diskominfotik Rohil)

Berbagai sistem kini saling terkoneksi untuk mendukung pelayanan dan pengambilan keputusan. Informasi dapat dipindahkan dengan cepat dari satu perangkat ke perangkat lainnya, bahkan lintas jaringan dan wilayah.

Di balik efisiensi tersebut terdapat konsekuensi keamanan yang perlu diperhitungkan. Informasi yang terhubung ke jaringan digital berpotensi diakses, disalahgunakan, atau dimanipulasi apabila tidak dilindungi dengan mekanisme keamanan yang memadai.

Karena itu, pemerintah daerah perlu membangun kesadaran keamanan informasi sejak dari tingkat pengguna. Penggunaan akun, nama pengguna, kata sandi, perangkat komputer, hingga akses terhadap jaringan harus dikelola berdasarkan prinsip kehati-hatian.

Fatmawati juga menekankan bahwa keamanan informasi pada dasarnya bertumpu pada tiga unsur utama, yakni teknologi, proses, dan manusia.

Dari ketiga unsur tersebut, aspek manusia menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan karena sistem keamanan yang canggih sekalipun tetap memiliki kerentanan apabila penggunanya tidak memiliki pemahaman dan disiplin keamanan yang memadai.(R15)

Terkini