Mencegah Karhutla Susulan, BPBD Riau Siagakan Tim Pemadam di Bekas Kebakaran

Sabtu, 05 September 2026 | 14:02:35 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau menyiagakan personel beserta peralatan pemadam di lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) guna mengantisipasi kemunculan kembali titik api.

Langkah pencegahan ini diambil setelah kebakaran di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kembali menyala meski sempat dinyatakan padam pada Sabtu (5/9/2026).

Karhutla di Kelurahan Sungai Beringin pertama kali terpantau pada 27 Agustus 2026 dan melahap sekitar 10 hektare kawasan semak belukar serta perkebunan kelapa. Sebelum api kembali muncul, tim gabungan sempat meredakan titik api hingga hanya menyisakan asap tipis di lokasi kejadian.

Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, mengonfirmasi bahwa munculnya kembali titik api di lokasi tersebut terjadi secara tiba-tiba usai penanganan darat dan udara dilakukan.

"Kemarin kan sudah padam, rupanya dilaporkan titik api muncul lagi," kata Kepala BPBD Damkar Provinsi Riau, M. Edy Afrizal, saat memberikan keterangan di Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026).

Sebelumnya, helikopter water bombing telah dikerahkan untuk memadamkan api dari udara di kawasan Sungai Beringin. Namun, armada udara tersebut sempat dialihkan ke wilayah lain seperti Indragiri Hulu, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti karena kondisi di Sungai Beringin dinilai sudah aman.

Untuk mencegah titik api membesar kembali di area yang rapi terpadamkan, BPBD Riau memutuskan untuk tidak menarik seluruh petugas dan sarana pemadaman dari lapangan.

"Personel pemadam dengan peralatan distandmbykan di bekas lokasi tersebut. Namun jumlahnya tidak banyak," ujar Edy Afrizal.

Selain di Indragiri Hilir, tim gabungan darat dan udara saat ini juga berfokus memadamkan karhutla di empat kabupaten lain, yaitu Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, Siak, dan Bengkalis. Penanganan di wilayah-wilayah tersebut dilakukan secara intensif mengingat sensitivitas lahan gambut di Riau yang mudah terbakar kembali.

"Helikopter water bombing juga dikerahkan ke lokasi karhutla untuk membantu proses pemadaman. Saat ini terdapat empat helikopter di Riau, namun dua di antaranya masih proses perbaikan," pungkas Edy.

Terkini