MERANTI (RIAUSKY.COM) - Suasana tenang di perairan Selat Air Hitam, Kecamatan Tebing Tinggi, mendadak mencekam pada Kamis (3/9/2026) sore. Sekitar pukul 15.10 WIB, insiden kecelakaan laut hebat tak terelakkan saat SB Eagle 11 menghantam SB Four Brother 03 hingga menyebabkan kapal tersebut terbalik dan karam di perairan Meranti.
Kecelakaan bermula saat SB Eagle 11 yang membawa lima orang di atasnya baru saja bertolak untuk mengisi bahan bakar di salah satu Anjungan Pendapatan Minyak Solar (APMS) Selatpanjang. Sebelumnya, kapal ini sempat singgah di Bengkel Akian untuk perbaikan busi usai berlayar dari Pelabuhan Mengkapan Tanjung Buton, Kabupaten Siak.
Naas, baru sekitar 10 menit lepas sandar dan membelah gelombang Selat Air Hitam, marabahaya datang mengintai. Tepat di titik koordinat N 1.0205° dan E 102.7066°, SB Eagle 11 mendadak berbenturan keras dengan SB Four Brother 03 yang dilaporkan berada di posisi lambung kiri kapal.
Laporan awal mengenai hantaman keras tersebut langsung memicu alarm bahaya di darat. Menerima informasi darurat, personel Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti bersama Tim SAR Gabungan bergerak kilat memacu armada mereka menuju titik lokasi kejadian.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, mengonfirmasi respons cepat jajarannya di lapangan. Hanya dalam kurun waktu sekitar satu menit setelah laporan diterima, personel kepolisian sudah berada di lokasi untuk menyisir area dan mengupayakan tindakan penyelamatan.
"Sesampainya di lokasi, petugas mendapati pemandangan dramatis di mana SB Four Brother 03 sudah dalam kondisi terbalik. Petugas mendapati berbagai barang milik kapal terapung dan berserakan di atas permukaan air, mulai dari kursi kapal, empat busa alas duduk, lifebuoy, life jacket, kayu palet, hingga sepasang sandal," ujar Gede Adi Jumat (4/9/2026).
Fokus utama petugas kini tertuju penuh pada keselamatan nyawa para kru SB Four Brother 03 yang belum ditemukan di tempat kejadian. Penyisiran intensif terus dilakukan di sekitar radius titik tubrukan guna menelusuri keberadaan para korban yang hilang terbawa arus.
Guna mengoptimalkan proses evakuasi dan pencarian, Sat Polairud Polres Kepulauan Meranti langsung mengerahkan kekuatan penuh dengan berkoordinasi bersama Syahbandar, Basarnas, serta Pos TNI AL Kabupaten Kepulauan Meranti.
"Sementara itu, penyebab pasti pemicu terjadinya tabrakan antar kapal tersebut masih dalam penyelidikan," jelasnya.
Listrik Indonesia

