PEKANBARU (RIAUSKY.COM) — Pendidikan di Lemhannas tidak membuat Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si melepas perhatian dari kondisi masyarakatnya. Di sela mengikuti Pendidikan Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Lemhannas Angkatan IV Tahun 2026 di Jakarta, Afni tetap memantau dan memimpin pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta kualitas udara di Kabupaten Siak.
Memasuki hari kedua pendidikan, Afni bersama kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia mendapatkan materi penguatan karakter kebangsaan. Salah satu momen yang disebutnya berkesan ketika jasa Sultan Siak, Tuanku Sultan Syarif Kasim II, turut disampaikan pemateri di hadapan para peserta.
Namun di tengah materi pendidikan dan pertemuan dengan sejumlah narasumber, termasuk Ketua KPK RI, perhatian Afni tetap tertuju ke Siak. Jajaran Pemkab Siak terus diminta memberikan laporan kondisi lapangan dan memperbarui informasi kualitas udara kepada masyarakat secara terbuka.
“Saya minta update terus ISPU dengan data sejujur-jujurnya. Setiap hari diupdate per Kecamatan. Per tanggal 4 September 2026 pukul 15.00 WIB, seluruh kecamatan se-Kabupaten Siak terpantau dalam kondisi tidak sehat. Dari data inilah diambil berbagai langkah cepat dan tepat,” ungkap Afni.
"Bapak Wakil Bupati memimpin langsung di lapangan sementara saya masih pendidikan. Terimakasih Forkompimda yang tetap menjaga koordinasi dan komunikasi untuk menjaga Siak kita," tambahnya.
Afni menyebutkan sumber asap karhutla tidak hanya berasal dari titik api di Siak, tetapi juga dipengaruhi Karhutla di luar daerah, termasuk asap dari provinsi tetangga yang terbawa arah angin ke wilayah Riau.
Di Siak sendiri, titik api di Kecamatan Mempura telah padam, Sungai Mandau memasuki tahap pendinginan, sementara dua firespot di Kecamatan Dayun masih dalam proses pemadaman.
Atas kondisi tersebut, Afni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak asap karhutla. “Dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat. Saya yakin dimanapun firespot berada, semua tim satgas sedang berjuang memadamkannya," ujar Afni.
Bupati perempuan pertama di Siak itu juga memastikan layanan kesehatan tetap disiagakan di seluruh Pustu dan RSUD. Afni juga meminta Ketua TP PKK Siak menggerakkan kader PKK dan Posyandu untuk membantu melayani masyarakat rentan yang terdampak asap.
Tak lupa ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski sejumlah titik api telah berhasil dikendalikan. Terlebih, sekitar 60 persen wilayah Siak merupakan gambut yang rawan terbakar saat cuaca ekstrem.
“Kepala api memang sudah terkendalikan dan tinggal proses pendinginan. Namun saya minta kita semua tidak lengah. Jaga wilayah masing-masing. Saling mengingatkan, saling mengawasi. Jangan buka lahan dengan cara dibakar apalagi jika di lahan gambut,” katanya.
Afni juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Satgas Provinsi Riau yang mengerahkan water bombing untuk membantu pemadaman di kawasan hutan.
"Titik api di Dayun yang berulang berada di bawah kewenangan kementerian Kehutanan. Karena itu saya sudah berkomunikasi dengan Sekjen Kemenhut, Dirjen Perhutanan Sosial dan Kepala BKSDA Riau. Kami Pemda siap berkolaborasi bersama," ungkapnya.
Sedangkan untuk kebakaran di kawasan HGU, Pemkab Siak akan melaporkannya kepada Kementerian ATR/BPN. Sementara terhadap dugaan pelanggaran hukum, Afni menegaskan Pemkab Siak memberikan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum yang dilakukan Polres Siak.
Bagi Afni, menjaga Siak dari ancaman Karhutla bukan hanya pekerjaan pemerintah. Dengan wilayah mencapai 782.181 hektare atau hampir 13 kali luas DKI Jakarta, ia menilai keselamatan masyarakat dan lingkungan membutuhkan kesadaran kolektif.
“Di tengah cuaca ekstrem dan masih massifnya ekspansi sawit pada wilayah kawasan, tantangan kita jelas tidak mudah. Butuh kesadaran kolektif, kolaborasi dan dukungan bersama menjaga Siak kita tercinta," ucap Afni.
Listrik Indonesia

