28 Desa dan 117 Dusun di Inhil Belum Teraliri Listrik PLN

Kamis, 17 September 2026 | 06:29:23 WIB
Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Provinsi Riau, Rabu (16/9/2026).

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menyebutkan, sampai saat ini, masih banyak rumah masyarakat di wilayahnya yang belum teraliri listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir mencatat, ada 28 desa dan 117 susun di wilayahnya yang sampai saat ini masih belum teraliri listrik stabil (PLN) dan mengandalkan mesin diesel sebagai sumber elektrifikasi.

Itu diungkapkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Dwi Budianto, Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Provinsi Riau, Rabu (16/9/2026).

Melalui Program Listrik Desa (Lisdes) yang merupakan kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan PT PLN (Persero), Pemkab Inhil menargetkan seluruh dusun dan wilayah segera menikmati aliran listrik secara merata.

Dwi Budianto juga menyampaikan  komitmen pemerintah dalam memperluas pemerataan infrastruktur kelistrikan ke seluruh pelosok daerah.

Karena itulah, dalam rapat tersebut, pihaknya juga menyampaikan Usulan Roadmap listrik Kabupaten Inhil.

"Terdapat 38 desa dan 117 dusun belum teraliri listrik stabil, artinya masih ada yang menggunakan diesel. Untuk itu, kami mengusulkan 10 kecamatan, dengan dusun terbanyak berada di Kecamatan Pelangiran dan Tembilahan Hulu," ungkap Dwi Budianto yang bertindak mewakili Bupati, dalam rapat yang berlangsung di Aula Kantor PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri, di Pekanbaru itu.

Dalam menentukan daerah mana yang diutamakan, menurut  Dwi haruslah mengacu pada  prinsip kebermanfaatan bagi masyarakat, bukan cuma mempertimbangkan kemudahan akses.

"Contohnya di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, merupakan pemukiman padat penduduk yang berada di kawasan pesisir. Karena jumlah rumah tangga di desa ini sangat signifikan, hendaknya masuk ke daftar prioritas tanpa alasan terhambat oleh kendala geografis perairan," papar dia.

Untuk mendukung diterimanya usulan tersebut, Pemkab Inhil tengah berupaya melengkapi data koordinat dan kelengkapan lainnya.

''Kami berharap, keadilan energi dapat menyentuh seluruh wilayah di Indragiri Hilir,'' ungkas dia.(CR6)

Terkini