Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Berbahaya, Pagi Ini Sangat Tidak Sehat

Kualitas Udara Pekanbaru Sempat Berbahaya, Pagi Ini  Sangat Tidak Sehat

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kualitas udara di Kota Pekanbaru memburuk pada Rabu (16/9/2026) malam. Konsentrasi partikulat atau PM2.5 tercatat mencapai 281,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 20.00 WIB atau masuk kategori berbahaya.

Dikutip dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), data pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan tajam dibandingkan kondisi pagi hari.

Pada pukul 10.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru  sebenarnya sudah mulai sedikit membaik, dimana konsentrasi partikel  di udara tercatat 68,4 µg/m³ atau tidak sehat.

Namun, pada pukul 20.00 WIB, konsentrasi partikel asap di udara  melonjak menjadi 281.6 µg/m³.

Memasuki pukul 21.00 WIB, konsentrasi PM2.5 mulai mengalami penurunan akan tetapi masih berada pada level tinggi, yakni 159.6 µg/m³ atau Sangat Tidak Sehat.

Pada waktu yang sama, PM10 tercatat 143 µg/m³, O3 sebesar 30.7 µg/m³, NO2 24.2 µg/m³ dan SO2 14.5 µg/m³.

Sementara itu, hari ini, Kamis (17 September 2026), konsentrasi partikulat di udara sempat kembali melonjak menjadi 226 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB dan turun menjadi 156.7 µg/m³ pada pukul 04.00.

Secara kasat mata, kondisi ketebalan kabut asap di wilayah ruang udara KOta Pekanbaru juga masih cukup tebal.

Wakil Wali Kota Pekanbaru H Markarius Anwar mengeklaim kalau asap tersebut bukan berasal dari kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru, melainkan dari wilayah selatan Sumatera.

BMKG sendiri merilis data bahwa kondisi kabut asap terparah memang terjadi di Kota Palembang, yang menyebankan kualitas udara memburuk menjadi berbahaya.

BMKG melalui data real time yang ditampilkan melalui website resminya pada pagi ini, pukul 04.00 WIB menyebutkan konsentrasi partikulat di Musi 2 Palembang berada pada angka 681.6 µg/m³ (Berbahaya).(R05)

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional