PEKANBARU (RIAUSKY.COM) -- Tiga organisasi masyarakat, yakni Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB), Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR), dan Gerakan Masyarakat Adat Melayu (GEMA) Melayu Riau, sepakat membentuk wadah bersama tiga ormas Melayu, kesepakatan tersebut diambil dalam pertemuan yang digelar di Pekanbaru, Selasa (29/9/2026). Soal nama, forum menyepakati untuk mencari nama terbaik dan terbuka bagi ormas lain untuk bergabung.
Tampak hadir Panglima Pucuk, Datuk Ismail Amir, Sekjen Datuk Juprizal, Plh Datuk Erfan Panca Putra, Bendum Datuk Firdaus dari LLMB, lalu Said Lukman mewakili GMKR, serta Datuk Taufik dan Datuk Tarlaili mewakili GEMA Melayu Riau.
LLMB, GMKR dan GEMA Melayu Riau mendorong terbentuknya wadah kerja sama yang dapat menjadi ruang menyamakan persepsi dan menjalankan langkah bersama. Kerja sama itu diarahkan untuk mengawal berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat Riau, termasuk persoalan distribusi BBM bersubsidi. Termasuk salah satunya desakan untuk membantuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantas Mafia Solar.
Panglima Pucuk LLMB, Datuk Ismail Amir, mengatakan bahwa pembentukan forum bersama ini sangat penting artinya dalam upaya memperjuankan hak-hak dan kepentingan Riau, dengan bersatunya ormas-ormas Melayu, posisi tawarnya akan semakin kuat.
"Kalau bukan kita siapa lagi, termasuk masalah kelangkaan solar ini, kalau Pemprov dan DPRD tidak mau membentuk Satgas Pemberantas Mafia Solar, maka kita leat forum yang akan kita bentuk akan membentuk Satgas sendiri.
Datuk Ismail melihat bahwa pemprov dan DPRD seperti tidak serius mengatasi masalah kelangkaan solar ini, kalau cuma hanya menambah kuota tidak akan menyelsaikan masalahnya, karena menurut dia bukan itu masalahnya.
"Kalau nambah kuota saja tak akan selesai, persoalannya adalah distribusi BBM subsidi tidak tepat sasaran, banyak mafia yang bermain, maka Satgas dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini," tegasnya.
Sementara itu, Said Lukman mewakili GMKR sangat mendukung terbentuknya forum bersama tiga ormas Melayu Riau, dengan bergabungnya ormas-ormas Melayu ini tentu saja akan semakin menguatkan semangat untuk memperjuangan kepentingan masyarakat Riau ke depan.
"Ada banyak persoalan yang dihadapi Riau saat ini, yang didepan mata bagaimana kita langka solar padahal kita penghasil minyak, makanya saya mendukung dibentunya forum ini untuk memperjuangan dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut.
Said Lukman mengatakan, persoalan kelangkaan solar tidak hanya menyebabkan antrean panjang di SPBU. Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan menggunakan kendaraan berbahan bakar solar.
Di sisi lain, Ketua Umum GEMA Melayu Riau Datuk Taufik Tambusai sepakat dan ikut mendorong terbentuknya forum bersama yang mempertemukan tiga organisasi masyarakat Melayu di Riau. Forum ini menurut dia bisa menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus membangun kesepakatan bersama dalam mengawal berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat Riau.
Menurut Datuk Taufik, perbedaan identitas dan struktur organisasi tidak seharusnya menjadi penghalang bagi ketiga organisasi untuk membangun kekuatan bersama. Justru, masing-masing organisasi dapat meleburkan energi dan kepeduliannya dalam sebuah wadah kerja sama tanpa menghilangkan identitas masing-masing.
“LLMB, GMKR, dan GEMA Melayu Riau menyamakan persepsi. Ini perlu kita tuangkan dalam satu kesepakatan bersama,” ujar Taufik.
Taufik mengatakan kekuatan tiga organisasi akan lebih terarah apabila kepedulian yang selama ini berjalan masing-masing dapat disatukan melalui sebuah wadah kerja sama.
Gagasan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam mengawal persoalan daerah, termasuk isu distribusi BBM, hak-hak masyarakat adat serta berbagai kebijakan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan Riau. (*)