PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kualitas udara di tiga kabupaten di wilayah Riau hingga Selasa (30/9/2026) pagi ini terpantau masih 'Sangat Tidak Sehat'.
Berdasarkan data Stasiun Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pertanggal 30 September 2026, dari 7 lokasi stasiun pemantauan ISPU di Riau, sebanyak 6 dia antaranya berada dalam zona tidak sehat, dan tiga di antaranya 'Sangat Tidak Sehat'.
Ketiga daerah tersebut masing-masing adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Siak dan Bengkalis.
Kondisi pencemaran udara di Kabupaten Indragiri Hilir menjadi yang tertinggi di Riau dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 263 µg/m³.
Kemudian tercatat Kabupaten Bengkalis, dengan lokasi pemantauan di Stasiun Senggoro, dengan indeks pencemaran PM2.5 sebesar 255 µg/m³.
Kabupaten Siak pun masih belum keluar dari zona Sangat Tidak Sehat, karena pada hari ini, berdasarkan stariun pemantau di Kecamatan Bungaraua, konsentrasi PM2.5 berada pada angka 221 µg/m³.
Konsentrasi asap juga masih mengusik masyarakat di beberapa kabupaten dan kota di Riau lainnya yang saat ini, kondisinya dilaporkan nol lokasi titik panas, seperti halnya Kampar, Pekanbaru dan Rokan Hilir.
Di Kampar, per hari ini, kualitas udara masih berada pada zona 'Tidak Sehat', dengan konsentrasi PM2.5 165 µg/m³.
Kondisi yang sama juga masih berlangsung di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru yang kemasin masih diselimuti asap tebal. Pada hari ini, juga masih berada di zona tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 137 µg/m³.
Begitu pun dengan di Kabupaten Rokan Hilir, di mana dari stasiun pemantau di Jalan Lintas Bagansiapiapi-Ujung Tanjung tercatat konsentrasi PM2.5 berkisar 125 µg/m³.
Kondisi sedikit lebih baik terjadi di Kabupaten Pelalawan, di mana berdasarkan laporan Statiun pemantau di Kota pangkalan Kerinci tercatat konsentrasi PM2.5 berada di 67 µg/m³.(R05)
Listrik Indonesia

