Hujan Tak Otomatis Bikin Kualitas Udara di Riau Sehat, Ini Buktinya...

Senin, 12 Oktober 2026 | 05:09:13 WIB

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Meski terjadi hujan di beberapa wilayah di Riau pada Ahad dan tengah malam tadi, namun, tak membuat kualitas udara membaik.

Buktinya, beberapa kawasan di Riau yang selama beberapa hari ini kondisi kualitas udaranya 'Tidak Sehat' masih bertahan di kondisi 'Tidak Sehat'. Bahkan memburuk.

Seperti halnya di Kabupaten Kampar yang pada Ahad lalu masih di guyur hujan, pada pagi hari ini dilaporkan kondisi kualitas udaranya cenderung menurun.

Bila sebelumnya, sempat keluar dari zona 'Berbahaya', pada Senin (12/10/2026) pagi ini, kualitas udara di Kampar kembali memburuk ke zona 'Berbahaya'.

Di kutip dari data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada pagi hari ini, kualitas udara di Kabupaten Kampar yang dilaporkan stasiun KLH di Jalan Tuanku Tambusai, Langgini, Bangkinang, tercatat konsentrasi PM2.5  berada di 378 µg/m³.

Kondisi yang sama juga terjadi di Siak, di mana, dari data di stasiun pemantau KLH di Bungaraya, terpantau konsentrasi PM2.5 berada pada 290 µg/m³.

Kualitas udara 'Sangat Tidak Sehat' juga dilaporkan masih terjadi di kabupaten Indragiri Hilir, di mana dari atribusi data di Stasiun KLH di Tembilahan Hilir, tercatat konsentrasi PM2.5 berada pada 249 µg/m³.

Sementara di Bengkalis yang juga 'Sangat Tidak Sehat'. berdasarkan data di stasiun pemantau di Senggoro, pagi ini tercatat konsentrasi PM2.5 sebesar 235 µg/m³.

Kabupaten Pelalawan juga masih bertahan pada kualitas udara 'Tidak Sehat' dengan konsentrasi PM2.5 199 µg/m³.

Adapun Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, pada pagi hari ini dilaporkan masih dalam kondisi kualitas udara 'Tidak Sehat' dengan konsentrasi PM2.5 120,5 µg/m³.

Dari data ISPU KLH juga dilaporkan, salah satu wilayah di Riau yang berada dalam kondisi kualitas udara 'Baik' adalah di Kota Dumai, dengan konsentrasi PM2.5 43 µg/m³.(R02)

Terkini