SIMALUNGUN (RIAUSKY.COM) - Nasib tragis dialami Herman Harianja (41), warga Huta IV Nagori Bandar Manis, Kecamatan, Pemantang Bandar, Simalungun, ia mengambil keputusan mengenaskan dengan minum racun.
Diapun ditemukan tewas sekira Pukul 01.30 WIB, Jumat (13/10/2017) dini hari pagi.
Murni Simangunsong (36), istrinya, orang yang pertama melihat korban sudah tak bernyawa lagi. Satu botol jenis pestisida terlihat di samping tubuh korban.
Hingga saat ini belum ada yang mengetahui secara pasti, motif yang menjadi latar belakang hingga korban nekat bunuh diri dengan meminum racun jenis Pestisida.
Tapi berdasarkan laporan dari pihak kepolisian sektor Perdagangan, saat sebelum kejadian, Kamis (12/10/2017) sekira pukul 21.30 WIB, diketahui korban baru pulang ke rumah sudah dalam keadaan mabuk.
Melihat suaminya mabuk, istrinya menegur dengan mengatakan, “Pak Frans, tidurlah,” kata Murni kepada suaminya seperti dilansir Metro Siantar.
Kemudian, korban menjawab, “Kau tidur saja!”. Mendengar jawaban tersebut, kembali Murni menyahut, “Aku sudah capek kali Pak Frans. Besok kita jualan lagi,” tandasnya kepada suaminya.
Pada saat adu mulut itu terjadi, anak korban yang paling kecil menangis. Mendengar suara tangisan itu, Murni pun mendatangi anaknya dan menidurkan anaknya itu. Sembari menidurkan anaknya, ternyata Murni pun ikut tertidur bersama anaknya itu.
Selanjutnya, menurut keterangan anak korban, Fransisko Harianja, kepada petugas mengatakan bahwa malam itu terakhir kali Fransisko melihat korban pergi ke dapur dan membawa botol racun serta meminumnya di ruang tamu dalam posisi berdiri.
Usai meminum dari botol tersebut, kata Fransisko, korban terjatuh, sambil muntah-muntah. Diduga takut kepada Bapaknya, sang anak pun pergi ke samping ibunya dan tertidur.
Rasa takut itu diungkapkan oleh petugas, karena selama ini kalau korban ditegur anaknya ataupun ibunya selalu memukul dinding. Setelah Fransisko pergi tidur, diduga tidak ada lagi yang mengetahui hal apa lagi yang terjadi.
Selanjutnya, sekira pukul 00.30 WIB dini pagi hari itu, Murni terbangun dari tidurnya. Namun hal yang sangat mengejutkan dirinya, saat bermaksud ingin membangunkan suaminya dari tidurnya, namun korban sudah tidak bergerak lagi. Murni pun keluar rumah untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangganya.
Saat itu, salah seorang tetangganya Wilson Samosir (59), yang mendengar laporan dari Murni langsung mendatangi rumah korban. Sesampainya di dalam rumah, Wilson pun melihat dan memeriksa korban dan memegang urat nadi korban, dan ternyata sudah tidak ada denyut lagi.
Kejadian di tengah malam itupun langsung membuat warga sekitar heboh. Tak lama berselang, pihak Kepolisian Sektor Perdagangan tiba di lokasi kejadian bersama unsur Pemerintahan Nagori dan tim medis Puskesmas Pematang Bandar. Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan pada jasad korban, tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda akibat kekerasan di tubuh korban.
Selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
Kapolsek Perdagangan AKP Daniel Artasasta Tambunan SH SIK mengatakan, setelah dilakukan rangkaian pemeriksaan terhadap korban, baik itu olah TKP dan pemeriksaan medis, korban diduga nekad bunuh diri dengan cara minum racun pestisida.
Terkait motif secara pasti sejauh ini belum diketahui, namun dari hasil penyelidikan di lapangan, sebelum kejadian itu terjadi korban kerap mengatakan akan melakukan bunuh diri. (*)