Sempat Kejar Warga Pakai Parang dan Batu, Begini Kronologis Tewasnya Candra oleh Massa di Mandau

Sabtu, 23 Desember 2017 | 06:51:27 WIB
Kondisi Chandra pasca amuk massa penuh luka.

DURI (RIAUSKY.COM)- Aksi massa kembali terjadi di wilayah Riau. Ratusan orang warga mengamuk dan melakukan penganiayaan terhadap Candra (37) warga Simpang Puncak Kilometer 3 Desa Boncah Mahang, Kamis (21/2/2017) malam lalu.

Candra dilaporkan tewas dengan kondisi mengenaskan dengan penuh bekas luka dan lebam. 

Pasca peristiwa tersebut, Kepolisian Sektor Mandau akhirnya memberikan klarifikasi terkait aksi massa yang menewaskan Candra (37), Kamis (21/2/2017) malam lalu.

Seperti diungkapkan Kapolsek Mandau Kompol Ricky Ricardo, Sik, amuk massa berawal dari perselisihan antara korban Candra (37) warga, Simpang puncak KM 3 Desa Boncah Mahang dengan  Poniman, Rabu (20/12/2017)

Ketika itu Candra terlibat keributan dengan Poniman. Pria itu sempat melakukan pengancaman  terhadap Poniman. Namun hal tersebut segera berhasil diselesaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Boncah.

Namun, keesokan harinya, Kamis (21/12/2017), korban kembali berulah. Candra dilaporkan  melakukan pemukulan terhadap istrinya hingga istrinya lari meminta pertolongan warga. Warga  coba mendamaikan keduanya tetapi korban malah mengancam  masyarakat dengan parang. Warga pun berang hingga terjadi keributan.

Tidak sampai di situ, korban yang dalam keadaan emosi juga melakukan pengrusakan rumah warga.

Karena tingkah korban sudah sangat meresahkan, Kamis malam, sekira pukul 18.30 WIB, warga mendatangi rumah korban. Sekitar  200 masa datang  meminta pertanggung jawaban atas pengrusakan dan perbuatan korban yang  mulai meresahkan warga.

Bukannya takut, korban malah melawan. Warga dikejar dengan parang. Merasa terancam, warga melakukan perlawanan dengan cara melempar batu bata ke arah korban.

Tak mau kalah,  korban terus melakukan perlawanan dengan cara mengejar warga dengan parang dan melemparkan kembali batu bata ke arah masyarakat. Saat korban terpojok, masyarakat pun bertindak. Amuk massa terjadi. Pukulan, lemparan batu dan sabetan senjata tajam bersarang di seluruh tubuhnya hingga tewas bersimbah darah.

"Kita turun ke TKP  mengamankan lokasi  (TPTKP) police line, dan membawa korban di RSUD Duri  menggunakan ambulance  yang dikawal  Personil Polsek Mandau. Sampai saat ini pihak polsek Mandau masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian ini," jelas Kompol Ricky seperti dilaporkan riaulantang.(R04)

Terkini