INNALILLAHI...Mahasiswi UIN yang Cantik Ini Meninggal karena Difteri

Rabu, 27 Desember 2017 | 16:18:33 WIB
Aufatul Khuzzah

RIAUSKY.COM - Korban penyakit difteri terus berjatuhan, salah satunya seorang mahasiswi cantik yang tengah menempuh pendidikan di kampus Universitas Islam Negeri (UIN).

Namanya Aufatul Khuzzah (19), ia meninggal dunia diduga kuat terkena penyakit difteri. 

Sebelumnya mahasiswi canti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat ini sempat mendapatkan perarwatan selama delapan hari di RS Tanara, Serang, Banten, sebelum meninggal Sabtu (24/12).

“Almarhum Aufatul Khuzzah, 19, mahasiswi Fakultas Tarbiyah, UIN Syarif Hidayatullah Ciputat memang terkena penyakit difteri sejak tanggal 7 Desember 2017 lalu dan mendapatkan penangganan medis tanggal 9 Desember 2017 lalu tapi bukan dirawat di RS Tangsel atau Puskesmas Tangsel,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr. Suhara Manulang didampingi Kepala Seksi Imunisasi Dinkes setempat dr. Ririn Sumirun, Selasa (26/12) seperti dimuat Poskotanews.com.

Mahasiswi tersebut meninggal dunia di rumah sakit wilayah Serang setelah sebelumnya sempat dirawat beberapa hari dan membaik ternyata kembali terserang penyakit tersebut hingga meninggal dunia. 

Dia kuliah di UIN Ciputat tapi saat terkena penyakit difteri tidak berobat di Puskesmas Tangsel karena dia dirujuk ke RS Tanara Serang.

Korban sebetulnya sudah sempat dirawat beberapa hari di RS Tanara Serang kalau tidak salah delapan hari dan kemudian pulang, ujarnya namun karena belum sembuh total dan penyakit tersebut bersifat toksin kemudian kembali menyerang jantung dan akhirnya meninggal dunia.

Sebelum terkena penyakit difteri, tambah dr. Suhara Manulang, almarhum Auffatul Khuzzah sekitar November 2017 lalu mengikuti kegiatan kampus di wilayah Yogyakarta dengan keadaan kesehatan kurang baik namun tetap memaksakan diri berangkat.

Usai mengikuti kegiatan di Yogyakarta tersebut almarhum kemudian pulang ke rumah orang tuanya di Kampung Laban Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Serang.

Kondisi kesehatannya semakin menurun dan mengeluh sakit demam serta nyeri ditenggorokan yang kemudian oleh keluarga dibawa ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. 

Setelah mendapatkan perawatan di klinik ternyata tidak ada tanda-tanda perbaikan atau kesembuhan sehingga pihak keluarga membawa ke Puskesmas Tanara dan lagsung di rujuk ke RS Hermina Serang.

Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari pasien kemudian dibawa pulang kembali ke rumah. Namun sekitar hari Jumat (8/12) pasien kembali dibawa ke klinik serta langsung dirujuk ke RSDP Serang. 
“Hasil diagnose di RSDP Serang dinyatakan suspek difteri dan langsung mendapatkan eprawatan selama 13 hari diruang isolasi namun teryata meninggal dunia tanggal 24 Desember 2017 kemarin,” ujar dr. Suhara Manulang.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dede Rosyada, mengatakan pihaknya saat ini melalui RS UIN sudah dan hanya melayani pemberian vaksin gratis bagi usia 1-19 tahun saja dan tengah mencari solusi untuk pemberian vaksin bagi dosen, karyawan dan mahasiswa UIN Jakarta lainnya.

“Untuk vaksin RSSH sebagai RS kampus sudah melayani vaksinasi gratis untuk usia 1-19, untuk usia di atas 19, RSSH untuk kerjasama dengan jajaran Dinkes Tangsel untuk memperoleh vaksin tersebut secepatnya,” ujarnya yang juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mencari solusi vaksinasi tersebut.

Kebetulan sekarang sedang masa liburan namun untuk kegiatan pencegahan tentunya harus dilakukan khususnya di lokasi alhmarhumah Auffatul Khuzzah selama ini berada kos di asrama Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) di kawasan Cempaka Putih, Kelurahan Ciputat Timur.

Tentunya ke 16 mahasiswa yang selama ini berada di asrama HMB akan mendapatkan vaksinasi difteri sebagai pencegahan selain di lingkungan kampus UIN Syarif Hidayatullah keseluruhan. (*)

Terkini