Tewas Tertimbun Longsor, Pasutri Ditemukan Berpelukan, Ini Penampakannya

Selasa, 23 Januari 2018 | 23:29:40 WIB
asutri Mistari dan Murniati tewas dalam bencana longsor di Banjar Bukit Catu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (23/1). (ISTIMEWA)

RIAUSKY.COM - Ada yang menarik dibalik peristiwa longsor yang satu ini, saat ditemukan, korban yang merupakan suami istri tewas berpelukan.

Tanah longsor terjadi di Banjar Bukit Catu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (23/1). 

Peristiwa itu terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak Senin sore, bahkan pada malam hari hujan semakin deras. Akibatnya tanah kebun sayur milik I Putu Sudarta setinggi 5 meter dan lebar 4 meter longsor dan menimpa rumah bedeng yang dihuni Mistari, 43, dan Murniati, 41, pasangan suami istri asal Kampung Duren, Desa Gondosuli, Kecamatan Pakumiran, Probolinggo, Jawa Timur. 

Pasutri ini merupakan buruh sayur di kebun sayur milik I Wayan Puja Umbara, yang tidak lain adalah Bendesa Adat Bukit Catu.

Selain menimbun kedua korban, tanah longsor juga menimbun sepeda motor CBR DK 3811 HC milik korban.

Kelian Dinas Banjar Bukit Catu, I Wayan Sarma menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali oleh salah seorang warga I Wayan Genah saat hendak pergi ke kebun. Ketika itu saksi menyaksikan rumah bedeng yang dihuni korban sudah tertimbun tanah dengan ketinggian hingga 1 meter. 

"Selanjutnya saksi menghubungi saya dan warga lainnya mulai berdatangan. Saya juga berkoordinasi dengan Perbekel, Camat, Bhabinkamtibmas dan Babinsa lalu datang ke TKP," ungkapnya.

Setibanya di TKP, Sarma melihat sepeda motor korban yang tertimbun beserta sesuatu yang tertutup karung berwarna putih disebelahnya. Setelah diperiksa ternyata karung tersebut menutupi kepala kedua korban. 

Selanjutnya ia bersama masyarakat dan aparat setempat langsung melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya mulai dari cangkul dan sekop. Hingga akhirnya berhasil mengevakuasi kedua korban dari timbunan  tanah.

"Pasutri ini diduga sedang terlelap tidur karena mereka ditemukan dalam posisi berpelukan," imbuhnya seperti dilansir BaliExpress.

Korban ditemukan dalam kondisi terluka pada bagian wajah dan bahu diduga karena tertimpa batako yang terdorong tanah yang longsor. Bahkan kaki kanan si istri patah. "Si istri tidur di sebelah utara dan si suami di sebelah selatan," sambungnya.

Pasutri ini sendiri sudah sekitar 3 tahun mencari nafkah dengan menjadi buruh tani di kebun sayur milik I Wayan Puja Umbara. Pasutri ini pun dikenal rajin dan ulet bekerja. "Mereka rajin bekerja, saya saja kaget tiba-tiba terjadi seperti ini," ujar Puja Umbara.

Sementara itu, Fauzi, 19, anak dari pasutri tersebut menuturkan bahwa malam itu ia tidur di kos yang disewa sekitar 1 kilometer dari TKP. Dan sesekali ia tidur bersama orang tuanya di bedeng tersebut. Fauzi sendiri ikut tinggal di Bukit Catu dan bekerja sebagai tukang cuci mobil. 

Ia mengaku tak ada firasat apa pun sebelum longsor merenggut nyawa kedua orang tuanya. "Padahal sampai pukul 20.30 saya masih mengobrol dengan bapak dan ibuk di sana (TKP, Red) lalu balik ke kos," ujarnya.

Fauzi yang tidak bisa menyembunyikan kesedihannya pun menambahkan jika jenazah kedua orang tuanya akan dibawa ke kampung halamannya di Probolinggo setelah jenazah dibersihkan terlebih dahulu di BRSU Tabanan. "Saya ikut mengantar jenazah ke Jawa," tandasnya. (*)

Terkini