SUNGGUH TEGA...Diduga Lagi Hamil, Mahasiswi Ini Selamat dari Pembunuhan Usai Dilempar Pacarnya ke Sungai

Senin, 29 Januari 2018 | 22:16:53 WIB
Septiana, korban yang dibuang pacarnya ke sungai (kanan)

RIAUSKY.COM - Peristiwa satu ini sungguh menyayat hati, bagaimana ini, mahasiswi ini lolos dari maut setelah dibuang pacarnya ke sungai, sedihnya korban diduga lagi hamil

Septiana, seorang mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret atau UNS, lolos dari maut upaya pembunuhan. Dia selamat meski telah dilempar pelaku ke sungai dari Jembatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di potongan kayu di dasar sungai. Korban tak sampai tenggelam karena berpegangan erat di kayu itu.

"Saat ditemukan korban berpegangan kayu sehingga tubuhnya tidak tenggelam. Helm yang digunakan korban saat dievakuasi masih dikenakan di kepala korban. Korban kemungkinan juga bisa berenang," kata Ali seperti dimuat VIVA, Senin 29 Januari 2018.

Ali menuturkan, kemungkinan saat didorong ke jurang, Septiana jatuh dalam posisi kaki di bawah, sehingga dia masih bisa menyelamatkan diri.

Berbeda halnya jika dia jatuh dalam posisi kepala ke bawah, kemungkinan Septiana akan mengalami cidera berat atau bahkan meninggal dunia, sebab di dasar sungai dipenuhi kayu dan potongan bambu.

"Analisa kita kenapa korban selamat ya karena saat terjun ke sungai dari jembatan posisi kaki di bawah dan kepala di atas," ujarnya.

Septiana ditemukan dalam kondisi kedinginan dan mengalami trauma berat. Saat tim SAR menyelamatkannya, Septiana tak henti-hentinya menangis sambil meminta tolong.

Ali mengatakan, sebelum gadis 20 tahun itu ditemukan di dasar sungai, ada saksi mata yang sempat melihat korban berboncengan dengan dua laki-laki.

"Mungkin saat sampai di tengah jembatan Kretek korban dipaksa turun dan dilemparkan ke Sungai Opak dari jembatan. Dan untuk menghilangkan jejak satu unit motor diduga milik korban juga ditemukan tak jauh dari lokasi korban dilempar ke sungai dari atas Jembatan Kretek," kata Ali.

Namun demikian untuk memastikan motif dan siapa pelaku percobaan pembunuhan terhadap mahasiswi UNS tersebut. "Saya cerita dari apa yang saya dengar dan saya lihat sendiri dan juga pengajuan anggota saya yang melakukan pencarian dan pertolongan," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Kretek Kompol Leo Pasak hingga saat ini enggan berkomentar terkait kejadian percobaan pembunuhan yang menimpa mahasiswi UNS.

Demikian pula petugas Puskesmas juga enggan dimintai keterangan oleh awak media. Bahkan sebuah tulisan dipasang di pintu tempat korban dirawat agar tidak mengambil gambar atau lainnya untuk privasi dari pasien atau korban.

Sementara itu beberapa warga yang menolong dan mengevakuasi korban pada Senin (29/1/2018) dini hari menduga korban tengah hamil. Namun pihak Polsek Kretek, yang menangani kasus itu, belum memberikan keterangan resmi karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis. 

Demikian pula pihak Puskesmas Kretek juga belum bersedia. Mereka beralasan hasil pemeriksaan korban bersifat rahasia dan rekam medis tersebut sepenuhnya menjadi hak korban. Saat beberapa media mendatangi puskesmas, korban, yang sebelumnya dirawat di IGD, saat ini sudah dipindah di ruang persalinan. 

"Kalau untuk mengandung atau tidak itu, masih menunggu hasil dari pemeriksaan kesehatan," kata Kapolsek Kretek Kompol Leo Fasak menjawab pertanyaan wartawan di Mapolsek.

Sementara itu, salah satu warga, Tego Suprapto (47), yang ikut mengevakuasi korban di Sungai Opak, menduga korban dalam kondisi hamil. Kecurigaannya muncul karena perut korban besar layaknya ibu hamil.

"Ketok'e nggeh, wong keadaan gemuk gitu (sepertinya iya, hamil, keadaan gemuk begitu)," kata Tego saat ditemui wartawan di TKP, Senin (29/1/2018).

Walaupun Tego menduga korban dalam kondisi hamil, dia tidak bisa memastikan apakah korban benar hamil atau tidak. Sebab, menurutnya, yang berwenang menyampaikan persoalan tersebut adalah polisi atau petugas medis.

"Ya ciri-cirinya (korban) kayak orang hamil. Orangnya kecil tapi perutnya gemuk," sebutnya.

Tego menambahkan, setelah korban dievakuasi ke rumahnya, istri Tego, Parjiyem, sempat menanyakan langsung perihal kondisi perut korban. Namun korban enggan menjawab.

"Istri saya (tanya) 'kamu hamil, ya?' Mungkin agak malu atau bagaimana, tidak dijawab," paparnya. (*)

Terkini