TOLONG...Tak Ingin Jadi Korban Pelecehan, Siswi SMK Nekat Lompat dari Angkot Berjalan, Sopirnya Dihakimi Massa

Sabtu, 03 Februari 2018 | 17:35:17 WIB
Pelaku yang sudah diamankan petugas Pol PP dibawa ke Mapolresta Padang

RIAUSKY.COM - Takut bakal terjadi hal-hal yang tak diinginkan, seorang siswi SMK nekat lompat dari sebuah angkot yang tengah berjalan.

Alhasil, sang sopir angkot jurusan Pasar Raya-Belimbing, Kota Padang, babak belur dihajar massa di Jalan Tan Malaka, Sabtu (3/2/2018) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Hal itu dilakukan karena sopir angkot, Andra Panca (20) itu melakukan pelecehan seksual terhadap penumpangnya, SSA (14), siswi SMK di Kota Padang.

Beruntung siswi kelas I tersebut dapat kabur. Meskipun dengan cari yang beresiko yakni melompat dari atas angkot yang dikendarai rekan pelaku, Rahmat Hidayat (14).

Lolos dari sergapan mangsanya, SSA teriak yang mengundang kegeraman massa di lokasi itu.

"Pelaku dihajar setelah korban berhasil melompat, lalu berteriak bahwa dia dilecehkan pelaku di atas angkot yang ditumpanginya," kata Kanit PPA Polresta Padang, Iptu Rozsa Rezki Febrian, seperti dimuat tribunpadang.com, Sabtu siang.

Beruntung saat itu ada petugas Satpol PP. Sehingga pelaku dan rekannya bisa langsung diamankan dari amukan massa.

Setelah diamankan petugas penegak Perda tersebut, pelaku dan rekannya kemudian dibawa ke Mapolresta Padang untuk diperiksa.

SSA juga dimintai keteragannya oleh penyidik terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

Saat ini, pelaku dan rekannya masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik PPA.

Jika terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap korban yang masih di bawah umur, maka pelaku dikenakan UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Jika terbukti, maka pasal yang disangkakan, yaitu pasal 76 D junto pasal 81 ayat 2 junto pasal 76 E junto pasal 82 UU RI nomor 35 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara," ujar Rosza.

Korban mengaku pelecehan itu terjadi di atas angkot. Saat itu, hanya ia sendiri yang menumpang.

Korban melihat pelaku menghubungi temannya yang juga seorang sopir menggunakan handphone. Lalu keduanya bertemu di Jalan Ahmad Yani. 

Pelaku mengatur siasat. Ia meminta temannya untuk membawa angkot. Sedangkan dirinya pindah ke belakang di bangku penumpang bersama SSA. 

"Keduanya sudah bekerjasama. Itu terlihat ketika ada penumpang yang memberhentikan angkot, rekan pelaku tak mau menghentikan angkot yang dikemudikannya," terang korban di Mapolresta Padang.

Di atas angkot, lanjut korban, pelaku awalnya meminta nomor handhone. Setelah tak diberikan, tangan pelaku pun kemudian mengerayang ke bagian badannya. Korban sempat menolak, tapi pelaku pun tak menghiraukannya.

"Pelaku memasukkan tangannya ke dalam rok saya hingga kebagian paha. Saya sempat menolak namun pelaku tetap melakukan, hingga akhirnya saya nekat melompat melalui pintu angkot," pungkas korban. (*)

Terkini