Arus Balik Ramai lancar, Riau Menuju Sumbar Makin Padat, Coba Gunakan Jalur Alternatif Ini....

Sabtu, 07 Mei 2022 | 19:10:42 WIB
Kepadatan lalu lintas di tol Pekanbaru-Sumbar beberapa hari lalu.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Memasuki H+4 Idulfitri 1443 Hijriah, Jumat (6/5), lalu lintas (lalin) dari Sumatera Barat (Sumbar) menuju Riau terpantau ramai dan lancar. 
Sebaliknya, kendaraan dari Riau menuju Sumbar justru padat. 

Muhammad, seorang warga Kota Pekanbaru sebagaimana dilaporkan  Riau Pos menuturkan, kondisi di Sumbar saat ini ramai didatangi oleh pemudik dan masyarakat asal Sumbar yang berada di rantau. 

Dia berada di Bukittinggi, Sumbar sejak H-2 Idulfitri atau Sabtu (30/4) malam. 

Namun,  Jumat (6/5) dirinya memutuskan kembali ke Pekanbaru untuk kembali bekerja. 

H+4 dipilih menjadi waktu kepulangan ke Pekanbaru karena berjarak tiga hari dari waktu kembali bekerja, Senin (9/5). 
Keputusan ini mempertimbangkan kepadatan puncak arus balik pada Ahad (8/5). 

"Di Bukittinggi saja orang sudah ramai sekali. Banyak asal Riau. Di dalam kota jarak tempuh 5 menit jadi 30 menit karena macet. Apalagi saat kembali nanti," terangnya.   

Dia kemudian memilih kembali ke Pekanbaru Jumat (6/5) pagi. Pukul 06.00 WIB dia sudah bergerak dari Bukittinggi menuju Pekanbaru. 
"Untuk menghindari macet," katanya. 

Dari penuturannya, lalu lintas dari Bukittinggi ke Payakumbuh di pagi hari lancar, walaupun sejak pagi kendaraan sudah cukup banyak di jalan. 

Volume kendaraan terpantau ramai di setiap SPBU. 

Lalu lintas ramai namun lancar dari Sumbar menuju Riau ini praktis terjadi hingga memasuki Kabupaten Kampar hingga siang hari. 

Di sisi sebaliknya, ramainya kendaraan terlibat dari arah Payakumbuh ke Bukittinggi. 

Di Riau, kepadatan hanya terlihat di beberapa pasar. 

Salah satunya di Pasar Kuok, Kampar. 

Memasuki Bangkinang, jalur Tol Pekanbaru-Bangkinang yang dibuka dari sisi Bangkinang pada pukul 14.00 WIB tak terlihat ramai dipilih sebagai jalur cepat ke Pekanbaru. 

Keramaian baru kembali ditemukan di gerbang tol Sungai Pinang. 
"Hanya belasan pengendara," katanya. 

Sementara itu, pemudik asal Pekanbaru Ikhsan mengatakan, saat akan kembali ke Pekanbaru dari Sumatera Barat, ia memilih untuk melintasi lintas barat menuju Kiliran Jao dibandingkan jalan yang melalui Kelok Sembilan. 
Pasalnya, informasi yang ia dapatkan ruas jalan tersebut masih kerap terjadi kemacetan. 
"Arah Kelok Sembilan hingga Kuok macet, karena itu saya lebih memilih lewat Kiliran Jao. Kendaraan tidak banyak melintas di sana," katanya. Namun demikian, meskipun tidak terjadi kemacetan, ia mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan bergelombang. Kondisi tersebut juga cukup mengganggu perjalanannya. 

"Jalannya banyak yang bergelombang dan rusak, mulai dari yang masih masuk wilayah Sumatera Barat hingga ke Riau di Kabupatan Kuantan Singingi. Mudah-mudahan bisa segera ada perbaikan," harapnya. 

Sementara itu, untuk arus lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Pekanbaru-Dumai (Permai) pada H+4 Idulfitri juga terpantau lancar dan tidak ada antrean di gerbang tol. 
Branch Manager Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, A.A.G Indrajana mengatakan, hingga H+4 belum terlihat secara signifikan adanya peningkatan arus balik. 

Baik dari arah Pekanbaru menuju Medan maupun sebaliknya. 

"Arus lalu lintas jalan tol Pekanbaru-Dumai terpantau lancar, dan belum ada nampak antrean di gerbang tol (GT). Peningkatan arus balik belum terlihat signifikan. Prediksi kami arus balik terjadi peningkatan mulai Sabtu malam hingga Ahad. Karena pegawai akan mulai masuk kerja pada 9 Mei 2022," katanya. 
Kondisi arus lalu lintas di sejumlah titik memang mulai terlihat mulai lancar, termasuk, ruas jalan paling sibuk Padang-Bukittinggi. Berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnhya, Jumat (6/5) ruas jalan ini terlihat mulai lancar. Kalaupun ada penumpukan kendaraan, itu pun hanya sesaat. Kendati begitu, Sekretaris Dinas Perhubungan Agam Syahrul Hamidi tetap menyarankan pemudik untuk tetap mewaspadai sejumlah titik terutama saat arus balik nanti. 

Khusus Agam, terdapat enam titik yang nyaris setiap tahunnya mengalami kemacetan. Yakni, jalur Kelok 44, Padanglua, Jambuaaia, Tanjungalam, Biaro dan Pasar Baso. 

"Khusus Kelok 44 merupakan jalur pariwisata dengan kriteria jalan berukuran kecil yang memiliki banyak tikungan. Sehingga, sering memicu kemacetan," katanya. 

Saat ini volume kendaraan yang melintas di jalur Kelok 44 terus meningkat. 

Meski demikian, kondisi lalu lintas terbilang ramai lancar. Pihaknya sudah menyediakan jalur alternatif dalam mengurai kemacetan lalu lintas saat memasukinya puncak arus balik Idulfitri 1443 Hijriah. 

Dishub memastikan jalur tersebut layak dilewati. 

Jalur alternatif yang disediakan itu mengarah untuk beberapa ruas jalan dari Padang menuju Payakumbuh, Padang menuju Pasaman, Lubukbasung menuju Payakumbuh dan lainnya. 

Di antaranya dari Lubukbasung menuju Payakumbuh melalui Panta Matur atau Matur ke Sitingkai Kecamatan Palupuh. 

Padang menuju Bukittinggi dalam menghindari Pasar Padanglua melalui Sungaitanang, Sungailandia atau Parabek menuju Kapehpanji dan Kotogadang ke Ngarai.

Untuk Padang menuju Payakumbuh melalui Simpang Kotobaru, Sungaipua, Simpang Bukik Batabuh atau keluar di Simpang Canduang, Simpang Bukik Batabuah, Simpang Candung dan Simpang Baso. 
Sedangkan Payakumbuh menuju Pasaman melalui Simpang Canduang, Kamangmagek, Kapau dan keluar ke Gaduik. 

"Jalur alternatif itu setiap tahun kita sediakan dalam mengantisipasi kemacetan," katanya. 

Sementara itu, tingkat kunjungan wisatawan meningkat hingga 100 persen ke Kota Pariaman. 

Kota ini membukukan PAD hingga 70 juta per hari mulai dari awal lebaran hingga sekarang. 

Kota Pariaman sudah dinyatakan zona hijau dari pandemi Covid-19, Festival Pantai Pariaman kembali digelar setelah terhenti selama lebih kurang 2 (dua) tahun. 
Terlihat dari ramainya wisatawan yang datang, tingkat kenaikan pengunjung meningkat dari tahun lalu sekitar 100 persen, atau dua kali lipat dari tahun lalu. 

Pada hari ke 4 (empat) Genius melakukan pemantauan kelapangan untuk memastikan kesiapan personel di 8 (delapan) titik objek wisata yang telah dibuka selama lebaran berlangsung. 
"Dalam satu hari saja rata-rata tamu yang datang ke Kota Pariaman ada sekitar 50 ribu orang, dengan rincian 60% tamu dari rantau dan 40 persen tamu lokal. 

Sedangkan pemasukan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pariwisata ada sekitar 60 juta, dan dari sektor retribusi parkir ada pemasukan sekitar 10 s/d 11 juta dalam sehari," ujar Genius Umar. 

Dapat dilihat dan dihitung berapa banyak PAD yang masuk selama Festival Pantai digelar, dan juga ekonomi masyarakat yang meningkat dengan adanya keramaian tersebut. 
Dengan adanya peningkatan PAD dari sektor pariwisata dan retribusi parkir, pihaknya minta instansi terkait dan forkopimda mengefektifkan kembali retribusi untuk PAD ini. 

"Saya tekankan tidak boleh lagi ada kebocoran, tidak boleh lagi ada yang ilegal, semuanya harus ikut aturan yang telah ditetapkan dan diawasi langsung dengan ketat oleh Forkopimda Pariaman," jelas Genius. 

Untuk itulah setiap harinya beliau selalu turun ke lapangan, untuk mengetahui dan memastikan personel yang ditugaskan sudah siap di posko masing-masing. Untuk menjaga dan memberikan pelayanan yang prima kepada wisatawan yang datang, agar mereka merasa nyaman dan aman selama berada di Kota Pariaman, untuk menikmati keindahan pantai dan melihat atraksi yang disuguhkan di acara Festival Pantai Pariaman. 

Untuk lebaran tahun ini Genius Umar merasa sangat puas sekali, karena adanya kerjasama lintas sektoral antara pemerintah Kota Pariaman dengan Forkopimda sehingga terjalin keterpaduan Tim yang solid dalam melaksanakan tugas yang telah diberikan.(R04)

Sumber Berita: riaupos.co

Terkini