Belajar Pemekaran, Bupati Siak Timba Pengalaman Kabupaten Agam

Senin, 31 Juli 2023 | 14:35:47 WIB
Bupati Siak Alfedri dan Bupati Agam Andri Warman semringah sambil bersalaman dan betukar cindera mata, Senin (31/7/2023) di kantor bupati Agam, Lubuak Basuang, Sumatera Barat.

SIAK (RIAUSKY.COM)- Bupati Siak Alfedri didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) Siak Muhammad Arifin melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Agam, Senin (31/7/2023). 

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka menimba pengalaman kabupaten Agam yang berhasil memekarkan nagarinya.

Kunjungan Alfedri dan rombongan disambut hangat Bupati Agam Andri Warman dan jajaran di kantor Bupati Agam, Lubuk Basuang, Sumatera Barat.

Pertemuan itu berlangsung akrab namun serius.

Kabupaten Agam sendiri telah mengusulkan 10 nagari di tahap I dan 13 nagari di tahap II untuk dimekarkan. 
Kementerian Dalam Negeri menyatakan 10 nagari tahap I lengkap dan lulus secara administrasi. 13 nagari pada tahap II masih berproses dan diyakini juga akan disetujui Mengari.

Nagari-nagari itu adalah nagari Persiapan Nan limo, Kamang Tangah Anam Suku, Pauh Kamang Mudiak, Dalko, Koto Gadang, Sungai Cubadak, Durian Kapeh Darussalam, Salareh Aia Timur, Salareh Aia Barat dan Salareh Aia Utara.

Andri Warman dengan hangat mengucapkan selamat datang kepada Alfedri dan rombongan. Ia mengatakan kunjungan ini satu kehormatan baginya. Keduanya pun bersalaman, seperti teman lama yang bertemu kembali.

"Atas nama pribadi dan Pemkab Agam saya mengucapkan selamat datang kepada Bupati Siak Alfedri beserta rombongan dari Kabupaten Siak, tentunya kunjungan ini menjadi suatu kebanggan bagi kami dan juga menjadi silaturahmi kita antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Kabupaten Siak," kata Andri.

Andri bersama jajarannya membagi pengalaman tersebut kepada Alfedri. Langkah-langkah dan strategi pemekaran nagari mungkin bisa menjadi referensi bagi Siak dalam pengusulan pemekaran kampung-kampungnya di kecamatan Kandis.

Sementara itu, Alfedri juga mengucapkan terimakasih atas sambutan yang begitu hangat oleh Bupati Agam beserta jajaran Kabupaten Agam. Alfedri juga merasa keakraban Siak-Agam, juga diikat oleh negeri yang sama-sama beradat, beradab, berlembaga dan berbudaya.

"Saya senang sekali bisa hadir di kabupaten Agam, selain kuatnya persaudaraan, kita juga melihat ada nagari-nagari yang dimekarkan dan disetujui Mendagri, sedangkan kita di Siak juga berproses untuk pemekaran kampung,” kata Alfedri.

Alfedri menerangkan, Siak dan Agam mempunyai spirit kebudayaan yang kuat. Kalau di Agam, dinamakan nagari dan kalau di Siak dinamakan kampung, sedangkan di sejumlah kabupaten lainnya masih bernama desa. Penamaan ini tentu sesuai dengan kearifan lokal masing-masing.

“Siak dan Agam merupakan daerah yang berbasis adat dan budaya, sehingga penamaan desa dikembalikan ke penamaan yang sesuai akar budayanya, sehingga di Agam menjadi nagari dan di Siak menjadi Kampung,” katanya.

Berkaitan dengan kunjungan kerja tersebut, Alfedri meminta Kepala Dinas PMK Muhammad Arifin dan camat se Siak, beserta penghulu kampung yang hadir untuk mencatat semua langkah-langkah dari pengalaman kabupaten Agam memekarkan nagarinya.

"Di Kabupaten Siak ada 6 Kampung dan 1 kecamatan yang akan kami mekarkan, jadi kami berharap dinas Pmk, camat dan penghulu benar-benar belajar bagaimana Kabupaten Agam berhasil memekarkan nagarinya," kata Alfedri(Adv)

 

Terkini