Menteri Investasi Tinjau Perluasan Proyek Hilirisasi Pulp menjadi Paperboard di Riau Senilai Rp19,5 Triliun

Jumat, 11 Agustus 2023 | 09:11:26 WIB
Managing Director Royal Golden Eagle (RGE), Anderson Tanoto memberi penjelasan tentang industri pulp hingga rayon yang dikelola RAPP dan APR di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau.

 

PANGKALAN KERINCI (RIAUSKY.COM)- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) di Kabupaten Pelalawan, anak perusahaan utama dari Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL Group) saat berkunjung ke Provinsi Riau Kamis lalu (10/08).

RAPP berencana menginvestasikan Rp33,4 triliun selama periode 2021 hingga 2023. Dari total investasi tersebut, sebesar Rp19,5 triliun dialokasikan untuk investasi hilirisasi pulp menjadi paperboard yang berkapasitas sebesar 1,2 juta ton per tahun.

Investasi tersebut diperkirakan akan menyerap lebih dari 5.730 Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Kunjungan Menteri Bahlil merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melihat langsung fasilitas produksi dan rencana pengembangan investasi baru RAPP.

Sebagai salah satu perusahaan pulp dan kertas terkemuka di Asia Tenggara, hingga saat ini RAPP telah menggelontorkan investasi sebesar Rp100 triliun dengan penyerapan TKI sebanyak 10.595 orang karyawan langsung dan 18.792 orang kontraktor.

Berdasarkan data terakhir Kementerian Investasi/BKPM, pada periode triwulan II 2023, realisasi investasi RAPP mencapai Rp645 miliar dari total investasi di Provinsi Riau yang berjumlah Rp23,8 triliun.

Setelah melakukan kunjungan ke beberapa titik fasilitas produksi, Menteri Bahlil memberikan apresiasi kepada RAPP dalam mengelola perusahaannya. Hingga saat ini, untuk mendukung operasional pabriknya, RAPP telah membangun pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 11 megawatt.

“Saya melihat pengelolaan industrinya juga sangat terintegrasi sekali dan efisien. Perusahaan sangat tahu bagaimana produknya bisa kompetitif di pasar global dengan pendekatan green energy dan mengurangi biaya operasional," ujarnya.

Menteri Bahlil menyatakan harapannya bahwa kunjungan ini dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan industri pulp dan kertas. Sehingga kontribusi positif perusahaan bagi ekonomi nasional terus dapat ditingkatkan.

Selain penyerapan tenaga kerja, investasi RAPP pada industri paperboard memiliki target komposisi penjualan 30% di pasar domestik dan 70% ekspor. Beberapa negara tujuan ekspor antara lain negara-negara Asia Tenggara, Afrika, dan Asia Selatan, seperti India, Bangladesh dan Pakistan.

“Tingkatkan produksi, penciptaan lapangan pekerjaan terus terjadi, kolaborasi, dan (target) pasarnya, pasar global terus," ungkapnya.

Kunjungan Menteri Bahlil ke RAPP juga mencakup tinjauan terhadap Royal Golden Eagle (RGE) Technology Centre, di mana Menteri Bahlil diberi kesempatan untuk mengamati teknologi terkini yang diterapkan dalam proses produksi.

Sebagai bagian dari kunjungannya, beliau juga turut serta dalam penanaman pohon eukaliptus.

Langkah ini menunjukkan komitmen RAPP dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan visi pemerintah untuk pembangunan berkelanjutan.

Dengan adanya dukungan dan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan industri, diharapkan industri pulp dan kertas di Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi terhadap ekonomi nasional. 

Kunjungan ini juga sekaligus menandai langkah penting dalam memastikan bahwa sektor ini tetap kompetitif dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Multiplier Effect

Berdasarkan hasil studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), keberadaan Grup APRIL di Provinsi Riau telah memberikan nilai tambah yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Efek multiplier dari operasional APRIL menciptakan kesempatan kerja bagi lebih dari 250.000 orang di tingkat nasional dan 140.000 orang di Provinsi Riau pada 2022.

COO APRIL, Eduward Ginting, mengatakan APRIL dan APR merupakan pabrik kertas dan rayon terintegrasi terbesar di Indonesia. Perusahaan terus berkontribusi secara ekonomi dan sosial kepada masyarakat untuk memajukan perekonomian di daerah.

"Yang tak kalah penting adalah seluruh produk tersebut dihasilkan di Provinsi Riau, Indonesia, dengan tenaga kerja lokal dan produknya sudah terjual ke pasar global," kata Eduward.

Sebagaimana diketahui, PaperOne merupakan produk unggulan (flagship brand) APRIL yang dihasilkan dari Pangkalan Kerinci ini telah dapat bersaing di pasar global dan menembus hingga ke 110 negara di dunia.(R02)

Terkini